MQK, Sarana Mempertahankan Kekhasan Ponpes

oleh

Jepara, ISKNEWS.COM – Pemkab Jepara bersama Kantor Kemenag Kabupaten Jepara kembali mengelar Musabaqoh Qiroatil Kutubs (MQK) Tahun 2018/1440 Hijriyah. MQK yang berlangsung di lingkungan perkantoran Pemkab Jepara, Kamis (18-10-2018) diikuti 320 peserta santri dan santriwati, dari ponpes yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Jepara.

Even tahunan ini menjadi salah satu instrumen untuk terus mengembangkan pemahaman Islam rahmatan lil alamin melalui kajian kitab kuning, yang setiap hari diajarkan di pondok pesantren (ponpes). Salah satu pesan penting dari penyelenggaraan ajang tersebut, para santri harus bisa memahami kandungan isi kitab kuning (kitab turats) untuk menjawab perkembangan zaman.

TRENDING :  Mulai 2019, Pemkab Jepara Gratiskan Retribusi Wisata

Kepala Kakankemenag, Nor Rosyid usai acara pembukaan MQK mengatakan, MQK ini ajang seleksi tingkat Kabupaten untuk mengikuti ajang serupa di tingkat provinsi dan nasional. Di tingkat kabupaten ini, para santri peserta mengikuti 10 cabang lomba, yang dibagi menjadi 10 majlis dan 3 marhalah. Diantaranya, tarikh marhalah ula, fiqih mashalah wustha, dan tafsir marhalah wustha.

“Sehingga santri-santri sekarang ini diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, yang juga tidak lepas menggali dari sumber keislaman yang dikatakan masih salafi. Termasuk kitab-kitab kuning sumber Islami yang masih relevan dengan konteks modern sekarang ini,” ujar Nor Rosyid.

TRENDING :  Petugas Kesehatan dan Pembimbing Jama'ah Haji Jangan Lupa Tugasnya

Staf ahli bupati bidang pembangunan, kemasyarkatan, dan SDM, Fadkurrozi mengatakan, ajang ini merupakan salah satu upaya untuk tetap melestasikan kajian kitab kuning di ponpes. Karena saat ini hampir di setiap ponpes proses belajar mengajar kitab kuning semakin memudar. Sehingga adanya MQK ini dapat memacu para kyai, ulama, dan santri untuk menekuni kitab kuning.

TRENDING :  Pemkab Jepara Komitmen Benahi Layanan Transportasi

“Sehingga aktualisasi ajaran dan nilai yang terkandung dalam kitab kuning dapat diimanfaatkan secara optimal bagi pengembangan pengetahuan Islam serta menjadi kontribusi positif bagi pembangunan karakter generasi muda Islam di wilayah Kabupaten Jepara,” tutur Fadkurrozi.

MQK juga diharapkan dapat mendorong kecintaan para santri terharap kitab kuning, serta meningkatkan peran pesantren dalam mencetak kader ulama. MQK kali ini juga menjadi wadah bagi penguatan empat pilar kebangsaan, sesuai semangat Hari Santri Nasional (HSN) yang akan diperingati pada 22 Oktober nanti. (ZA/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :