Mulai Ditempati, Kios Baru Pedagang Lentog Tanjung

oleh
ISKNEWS.COM
Sebagian dari kios baru di Sentra Lentog Tanjung yang sudah dipasang rolling door. (Foto : Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kios baru pedagang Lentog, di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mulai ditempati oleh sejumlah pedagang. Untuk bisa memulai usahanya, mereka harus membuat sendiri pintu roling door secara swadaya, karena kios yang dubangun oleh Dinas Perdagangan (Disperdag) Kabupaten Kudus itu, hanya berupa bangunan kosong tanpa penutup.

Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno, saat dihubungi isknews.com, Rabu (14-03-2018), di ruang kerjanya, mengatakan hal itu. Menurut dia, kios baru yang letaknya di Sentra Lentog, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sebanyak 20 unit berukuran masing-masing 3 x 4 meter itu, secara fisik sudah selesai dan siap difungsikan.

ISKNEWS.COM
Kades Tanjungkarang, Sumarno, berbincang-bincang dengan salah satu pedagang lentog yang menmpati kios baru. (Foto : Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

 

TRENDING :  Disdikpora Kudus Jadi Sasaran Polisi Langsungkan Sosialisasi

Namun pada bagian dan belakang kios belum ada pintunya, sehingga dikhawatirkan kurang aman dan nyaman untuk digunakan berjualan. “Pihak dinas sudah memberitahukan, pembuatan pintu itu diserahkan kepada pedagang yang menempati kios baru tersebut, beayanya swadaya oleh pedagang yang bersangkutan.”

Terkait dengan hal itu, lanjutnya, pedagang tidak keberatan mengeluarkan beaya untuk membuat pintu kios baru itu. Sumarno yang mencari masukan langsung dari sejumlah pedagang yang menempati kios baru, untuk membuat dua pintu depan belakang, menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 juta.
“Itu karena pintu bagian depan kios harus rolling door , sedangkan pintu bagian belakang, karena tidak ada kusennya, pintunya model didorong ke samping.”

TRENDING :  Jama'ah Haji Kloter 85, 86, 87 Hari ini Tiba di Kudus

Kini, dari sebanyak 20 unit kios, sudah ada lima unit yang ditempati dan digunakan. Namun, meskipun diperuntukkan bagi pedagang lentog, hanya dua kios saja yang berjualan makanan khas Desa Tanjungkarang itu. Sementara empat kios lainnya digunakan untuk berjualan mie ayam, lontong Medan dan angkringan yang buka hingga hingga malam hari.

TRENDING :  Sedulur Sikep dan Pakem Komit Sukseskan Pilkada Kudus 2018

“Jadi sekarang ini, kalau malam hari, Sentra Lentog Tanjung ini cukup ramai, karena adanya penjual angkringan dan mie ayam itu,” pungkas Kades Tanjungkarang itu.(DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :