Museum Fosil Patiayam Diusulkan Jadi UPT

Museum Fosil Patiayam Diusulkan Jadi UPT

Kudus, isknews.com – Museum Fosil Patiayam, Kudus, akan dijadikan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Terkait dengan hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, sedang berkonsultasi dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purbakala Sangiran (BPSMP) Sangiran, Kabupaten Sragen.

Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Yuli Kasiyanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Sutiyono, yang dihubungi isknews.com, Jumat (16/06), di ruang kerjanya, mengatakan hal itu. Menurut dia, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, untuk mendirikan UPT, antara lain tentang kategori museum. “Karena Museum Patiayam kategorinya museum arkeologi, koordinasi atau konsultasinya dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purbakala Sangiran (BPSMP) Sangiran, Sragen Jawa Tengah.”

Untuk yang menyangkut kelembagaan, ungkapnya lanjut, persyaratan menjadi UPT harus memiliki pengelola yang berstatus PNS. Jumlahnya paling sedikit dua orang, terdiri kepala UPT dan seorang staf. Penempatan kepala UPT itu, tentu saja dibutuhkan ruang kerja khusus, termasuk meja, kursi dan lain-lain. “Karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi, pengajuan Museum Patiayam menjadi UPT, baru akan kami lakukan pada TA 2018.”

Mengenai juru pelihara yang nantinya akan membantu kinerja kepala UPT, bisa dikatakan tidak ada masalah. Sekarang ini, di Museum Fosil Patiayam, yang letaknya di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu, sebanyak tujuh orang juru pelihara yang berstatus outsoursing. Struktur kepengurusan pegawai juru pelihara Museum Fosil Patiayam itu, terdiri dari, Ketua Jamin, Sekretaris Setya Malika, Sekretaris II Aji Kurniawan, Seksi Humas Dayat Kliwon, Seksi Lingkungan Arie Mustaqim, Seksi Humas Dayat Kliwon, Seksi Umum Siti Asmah, Seksi Perlengkapan Zaenuri dan Seksie Keamanan Sardi. (DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  Di Outsourcingkan Jupel Museum Fosil Patiayam Dambakan Jadi PNS

Share This Post