Musim Penghujan Kasus Penyebaran DBD di Kudus Meningkat

oleh
Ilustrasi

Kudus, ISKNEWS.COM – Memasuki musim penghujan, Kasus demam berdarah dengue (DBD) mulai menyebar. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat ada 61 kasus DBD selama 2018.

Kenaikan kasus setelah memasuki musim penghujan sangat jelas, awal Januari hingga November 2018 hanya ada 42 kasus, sedangkan Desember dilaporkan ada 19 kasus.

Kepala DKK Kudus Joko Dwi Putranto, menganalisis jika Januari hingga November 2018 penurunannya sangat tajam. Selama itu pengaruh dari musim kemarau yang cukup panjang. “Sehingga, nyamuk yang membawa virus DBB ini tidak bisa berkembang biak, karena tidak ada air yang menggenang,” jelasnya.

TRENDING :  Sendang Jodo dan Legenda Raden Ayu Sunti

Namun, memasuki bulan berikutnya (Desember) mulai terlihat kasus DBD karena sudah masuk musim penghujan meski intensitas rendah. Kondisi bulan berikutnya mulai ada curah hujan tetapi tidak terlalu sering. Dan, menimbulkan genangan air, sehingga mulai ada jentik-jentik nyamuk. “Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus dilakukan,” kata Joko

TRENDING :  Gagas Kampung ASI, Desa Jati Kulon Dinilai Layak Jadi Inspirasi Nasional

Ditambahkan, penurun kasus Januari hingga November hanya 42 kasus baru terjadi ditahun 2018. Tahun-tahun sebelumnya dalam waktu satu tahun mencapai 100 lebih. Bahkan, pernah sampai satu ribuan kasus hingga dinyatakan kejadian luar biasa (KLB).
”Kasus DBD Januari sampai saat ini mencapai 13 kasus. Tahun lalu yang meninggal hanya satu. Kami bersama Puskesmas, mengajak masyarakat untuk lakukan PSN,” ungkapnya.

TRENDING :  HUT Bhayangkara ke-73, Polres Kudus Akan Gelar Kejuaraan Voli

Dia menambahkan, fogging sudah ada dua kali bulan ini yakni wilayah Kota, dan Bae, tapi hanya memberantas nyamuk dewasa, kalau untuk jentik masih bisa bertahan hidup, maka perlu adanya PSN. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :