Musthofa Ajak Hadirin Ngaji Laku Dalam Khaul Mbah Gamong

Musthofa Ajak Hadirin Ngaji Laku Dalam Khaul Mbah Gamong

Kudus, isknews.com-  Perhimpunan Pedagang Pasar Kliwon Kudus menggelar pengajian haul Mbah Gamong. Pengajian yang digelar di Makam Mbah Gamong sebelah utara Pasar Kliwon Kudus ini dihadiri Musthofa Bupati Kudus beserta jajarannya, dan juga KH. Mustaqim dari Kendal.  Selasa (18/10) malam.

“Andaikan Kau datang kembali, jawaban apa yang kan kuberi, adakah cara yang Kau temui, untuk kita kembali lagi” Itulah sepenggal bait lagu andaikan kau datang yang populer lewat Koes Plus dan dibawakan kembali Ruth Sahanaya dan Noah.

Tema dalam itu sangat mendalam ketika dimaknai oleh Bupati Kudus H. Musthofa saat ceramah pada acara Haul Mbah Gamong di halaman Pasar Kliwon, Kudus.

BACA JUGA :  Alquran Sebagai Pedoman Kehidupan

 Malam itu, bupati yang juga fasih memimpin bacaan Yasin Fadhilah ini, mengajak dirinya dan semua yang hadir untuk mengingat laku manusia di dunia.

 ”Malam ini kita ngaji laku, nggih. Mengenai semua perilaku kita di dunia yang akan kita pertanggung jawabkan kelak,” katanya membuka ceramah.

Pada acara yang diselenggarakan himpunan pedagang pasar kliwon (HPPK) ini dihadiri para pejabat, pedagang, masyarakat, serta 130 anak yatim yang malam itu menerima santunan. Bupati menambahkan bahwa dunia yang sementara ini sangat menggoda manusia untuk berbuat yang terkadang melupakan aturan dari Allah SWT.

 ”Jangan sampai Bapak Ibu semuanya ini mengejar dunia hingga melupakan bekal untuk akhirat kelak,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Bupati Kudus Panen Raya Di Undaan Lor

Ketika manusia mau merenungi sepertiga malam, betapa karunia cinta serta kasih sayang sang Kholik masih tercurahkan, bahkan saat manusia berbuat hina, berbuat dosa, bahkan bermaksiat. Dengan Rohman dan Rohim-Nya, Allah tetap memberikan kenikmatan dalam hidup manusia.

 ”Allah SWT selalu memberikan kesempatan kepada kita, untuk bertaubat sebelum ajal menjemput,” imbuhnya.

 Untuk itu, Kang Musthofa mengingatkan untuk tetap ingat dengan aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Dengan rajin beribadah secara ihlas, berkata-kata dan berperilaku yang baik dengan sesama, Insya Allah itulah yang bisa dipersiapkan sebagai bekal di akhirat.

 ”Mari kita berharap, agar cahaya para rasul dan ulama tetap menyinari kita dengan ilmunya sampai akhir zaman. Dan semua hal yang buruk diubah menjadi hal yang baik terhadap Allah SWT dan kepada semuanya. Meninggal dengan khusnul khotimah,” pungkasnya.(GP)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
/div>

Share This Post