Negara Hadir Menjembatani Pelaku Usaha Mikro Kecil melalui KUP

Negara Hadir Menjembatani Pelaku Usaha Mikro Kecil melalui KUP

KUDUS,ISKNEWS.COM – Tekad Bupati Kudus H Musthofa dalam memajukan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak sebatas slogan belaka. Sektor UMKM menjadi salah satu dari bagian Visi Misi Pemerintah Kabupaten Kudus. Dalam program 4 pilar Pemkab Kudus, disebutkan salah satu misi yang terus digelorakan Bupati Musthofa yaitu, pemberdayaan UMKM bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.sewindu umkm (8)

Hal ini tidak bertepuk sebelah tangan. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Kudus saling bahu-membahu mewujudkan masyarakat Kudus yang semakin sejahtera. Bahkan hingga ke tingkat RT, RW, dan desa, memiliki komitmen yang sama dalam memajukan perekonomian Kudus melalui UMKM.

Karena kesejahteraan sangat identik dengan tingkat perekonomian, maka Pemkab Kudus juga terus melakukan inovasi di sektor ini. Secara geografis, letak Kabupaten Kudus cukup strategis, karena berada di jalur perlintasan ekonomi antarprovinsi. Sehingga menjadikan Kota Kudus sebagai sentra perdagangan nasional yang memiliki mobilitas tinggi.

Kudus sebagai salah satu kawasan perdagangan di Pulau Jawa juga berpotensi menjadi pusat perdagangan (trade centre) berskala internasional. Bahkan Bupati menyebut Kudus sebagai Singapura-nya Jawa Tengah. Termasuk keunggulan Kabupaten Kudus sebagai salah satu kabupaten yang proinvestasi di provinsi ini.

BACA JUGA :  ​Lari Estafet HUT Satpam 36 PR.Sukun Perebutkan Uang Pembinaan

Berkat kerja kerasnya inilah, Bupati Musthofa menjadi salah satu kepala daerah yang baru saja dinobatkan Presiden RI sebagai bupati dengan kinerja terbaik di Indonesia. Prestasi ini juga didukung dengan berkembangnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kudus. Dengan kreativitasnya, UMKM Kudus terus tumbuh. Hingga kini menurut data Dinas Perinkop UMKM, tercatat ada 13.700 UMKM di berbagai bidang usaha.

Berkembangnya sektor UMKM tidak terlepas dari ide brilian Bupati Musthofa meluncurkan program Kredit Usaha Produktif (KUP). KUP merupakan salah satu program kedit bagi pelaku UMKM untuk bisa meningkatkan produktivitasnya. Karena tanpa jaminan, mereka bisa merasakan pinjaman usaha dengan bunga ringan.

”Hasilnya, UMKM di Kudus bisa meningkat jumlah dan produktivitasnya. Program ini juga disambut baik seluruh pelaku UMKM di Kudus,” kata Bupati ketika berbicara di depan Forum UMKM Kabupaten Banyumas, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :  Koperasi sebagai Penyangga Ekonomi Nasional Harus dalam Kondisi Sehat

Bukan hanya di Banyumas, Bupati Musthofa juga sering diminta menjadi pembicara di daerah-daerah lain terkait keberhasilan KUP di Kudus. Menurut Musthofa, para pelaku harus serius dalam menjalankan usahanya. Yang tentunya harus didukung kreativitas, terus berinovasi, dan tidak bosan untuk belajar terhadap semua hal.

Selain itu, Musthofa ingin memberikan edukasi untuk masyarakat. yaitu agar lebih bertanggung jawab terhadap kewajibannya. Salah satunya adalah KUP. Meski tanpa jaminan, pada awal Agustus ini, dengan dana yang digulirkan hampir Rp. 10 miliar, tidak ada tunggakan. Bahkan, telah mampu menyerap tenaga kerja di atas 4 ribu orang pada berbagai sektor.

”Inilah bukti, bahwa pengusaha mikro kecil ini orang-orang yang jujur. Negara harus hadir untuk memberdayakan potensi pengusaha mikro kecil ini, salah satunya dengan KUP,” ucap dia.

Manfaat KUP dirasakan oleh para penerima pelaku UMKM di Kudus, salah satunya yaitu Puji Hartono asal Jati Kulon yang menggeluti usaha kerajinan dompet. Dia menuturkan bahwa KUP ini bagus untuk pelaku usaha kecil.

BACA JUGA :  Musthofa "Peninjauan Dimaksudkan Untuk Melihat Langsung Kondisi Lapangan, Bukan Hanya Laporan".

”Sebelumnya saya kulakan bahan baku/kain dengan eceran. Alhamdulillah, dengan KUP yang saya terima ini, saya bisa kulakan bahan baku/kain dengan membeli rol-rolan, jadi harganya jauh lebih murah,” terang Puji yang menerima pinjaman KUP Rp. 20 juta ini.

Hal senada diungkapkan oleh Bambang Saputro. Dia sebagai pedagang kelontong menerima pinjaman KUP Rp. 15 juta. Dia mengatakan pinjaman ini sangat membantunya dalam berdagang. Apalagi dengan bunga yang relatif rendah tidak memberatkannya.

”Terima kasih Pak Bupati Musthofa. Pinjaman KUP Rp 15 juta, bisa saya gunakan menambah modal usaha.” Ucap Bambang.

Ekonomi akan kuat manakala pelaku UMKM juga kuat. Kekuatan yang dimulai dari tingkat desa akan berimbas pada level kecamatan. Bahkan kabupaten pun akan semakin kuat untuk mengokohkan ekonomi di level provinsi bahwa secara nasional. Kesejahteraan pun bisa terwujud secara nyata.(adv)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post