Ngadu Ke Gubernur, Nelayan Jepara Susah Operasikan Jaring Pengganti Cantrang

Ngadu Ke Gubernur, Nelayan Jepara Susah Operasikan Jaring Pengganti Cantrang

Jepara – “Kula nelayan cantrang. Penggantinipun jaring sampun diparingi Bu Susi. Nanging jaring niku kula mboten saget mengoperasikan, Pak.”

Salah seorang nelayan bernama Jumari mengadu kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP bahwa fasilitas jaring sebagai pengganti alat tangkap cantrang yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak cukup efektif bagi nelayan. Keluhan itu disampaikannya saat dialog bertema seputar pelarangan cantrang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto, Kamis (19/1/17).

Sampun nate latihan dereng?,” tanya orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

TRENDING :  Kampanye Anti Narkoba, Suwarno Akan Keliling Jawa

“Dereng, Pak. Jaring sing 4 inch nek mboten neken laut sampai satu minggu mboten pikantuk hasil apa-apa. Sedangkan empat anak saya butuh biaya. Seandainya cantrang di bawah 10 GT bisa beroperasi, kehidupan saya bisa tercukupi,” jelas Jumari.

Nek panjenengan dilatih gelem apa ora?,” tambah Ganjar.

Insyaa Allah purun Pak,” jawab Jumari mantap.

Tak banyak nelayan cantrang yang memiliki kemauan untuk berganti alat tangkap dan mematuhi regulasi KKP seperti Jumari. Sebagian nelayan bersikukuh menggunakan cantrang karena hanya alat tangkap itulah yang mereka kuasai.

TRENDING :  Meski Nelayan Banyak Tak Melaut, Syahbandar Nyatakan Cuaca Aman

Sementara itu, nelayan di Jepara bagian utara terbiasa menggunakan jaring sebagai alat tangkap ikan. Salah satunya Arif Wahyudin, pengurus kelompok nelayan Mina Abadi. Arif bahkan mengatakan dirinya siap apabila diminta untuk membantu kawan-kawan nelayan cantrang menggunakan jaring.

“Saya pengguna jaring apung atau gillnet. Selama ini teman-teman nelayan di Jepara Utara itu menggunakan jaring. Saya melihat teman-teman yang menggunakan cantrang tadi belum bisa menggunakan jaring. Sebagai pengurus kelompok, bersedia membantu agar jaring itu bisa digunakan,” ujar Arif menawarkan bantuan.

TRENDING :  Ratusan Orang Mati Masih Masuk DPT

Kesediaan Arif mengajari nelayan cantrang untuk menggunakan jaring diapresiasi oleh Ganjar. Menurutnya, nelayan cantrang memang memerlukan pelatihan intens pada masa transisi tersebut.

“Pak Arif tadi menyampaikan saya sudah dikasih jaring dan bisa menggunakan. Tapi yang lain, saya masih harus latihan lagi, Pak. Nah ini butuh pelatihan. Pelatihan-pelatihan ini memang kita harapkan dari pemerintah untuk bisa turun,” jelasnya. (HJT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.