Ngorok Bikin Stroke….

by

Dr. Noviandi Herlambang , Sp.S.M.Si,Med

Dalam penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara stroke dengan gangguan tidur yang paling umum dijumpai yaitu ‘obstructive sleep apnea’ atau lebih dikenal dengan ngorok,”. Obstructive sleep apnea (OSA) adalah suatu bentuk gangguan tidur yaitu berhentinya nafas pada saat tidur lebih dari 10 detik karena tertutupnya atau menyempitnya saluran pernafasan. Tertutupnya saluran pernafasan itu sendiri terjadi karena turunnya lidah dan pengenduran otot serta jaringan lunak saluran pernafasan.

Dari hasil penelitian, OSA kerap ditemukan pada penderita stroke yang bertahan hidup, bahkan persentasenya lebih dari separuh penderita yang hidup, yaitu sekitar 63 persen. Penyempitan saluran pernafasan akan menurunkan saturasi oksigen lebih dari tiga persen, misalnya suplai oksigen ke otak dan juga melambatkan detak jantung. Henti nafas bisa terjadi ratusan kali dalam satu malam dan kadang-kadang tidak disadari oleh penderitanya, namun disadari oleh pasangan tidurnya.

 Berdasar kajian terkini, ada peningkatan risiko stroke    sebesar 2,52 kali pada penderita sleep apnea. Dengan  kondisi tersebut, Sugianto berharap mereka yang  mengalami gangguan tidur dapat melakukan diagnosis dini  untuk tujuan pencegahan. Selain itu, pengenalan terhadap  faktor risiko utama penyebab stroke juga harus terus  diperhatikan, diantaranya tekanan darah tinggi  (hipertensi), diabetes dan merokok.

KOMENTAR SEDULUR ISK :