Nobar Film Pasukan Garuda: I Leave My Heart In Lebanon : Ny. Yudha Kusuma Ceritanya Mirip Kisah Suami Saya

14502845_10206989550046382_3550434553843258170_n

Poster Film dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0722 Kudus Ny. Reinastini Yuha Kusuma (Foto : Erwin Santoso)

Kudus, isknews.com – Nonton Bareng (Nobar)  film yang di gelar oleh Kodim 0722 Kudus, pagi tadi memang seru, Film Pasukan Garuda: I Leave My Heart In Lebanon, ditayangkan secara serentak di bioskop berjaringan se Indonesia, untuk Kudus, acara nonton bareng tersebut,  di gelar di  New Start Cineplex Matahari Kudus Plasa, pagi tadi, Kamis (24/12/16). Nobar dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0722 Kudus Letkol CZi Gunawan Yudha Kusuma yang di hadiri pula Kapolres Kudus, Ketua DPRD dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kudus.

Resensi film tersebut menceritakan bahwa, seorang prajurit sejati akan mengutamakan tugas dibandingkan kepentingan pribadi. Demikian salah satu kutipan Kapten Satria Pratama, perwira muda yang terpilih menjadi anggota Kontingen Garuda bertugas ke Lebanon, dalam film Pasukan Garuda: I Leave My Heart In Lebanon. Ucapan ini dia sampaikan kepada Diah, kekasihnya, yang berharap segera menikah.

aKutipan Satria yang diperankan oleh aktor Rio Dewanto ini sontak mendapatkan tepuk tangan membahana dari penonton di Studio 3. Penonton yang terdiri dari anggota TNI/Polri, Persit, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) itu terbawa semangat nasionalisme dalam kalimat tersebut.

“Kisah film ini sesungguhnya mirip dengan kisah suami saya yang juga pernah di tugaskan sebagai kontingen Garuda di Lebanon, hanya saya berakhir happy ending tak seperti di film itu yang masih nggantung, ” Ujar drg. Rainastini Gunawan ketua Persit Kartika Chandra Kirana yang juga isteri Dandim Kudus Letkol CZi. Gunawan Yudha Kusuma katanya sembari tersenyum.

“karena suami saya kan juga pernah bertugas sebagai kontingen Garuda menjadi pasukan perdamaian di Lebanon,” tambahnya.

Para pemain yang berperan sebagai tentara, Aktor Rio Dewanto (Kapten Stario),Yama Carlos (Lettu Arga) dan Boris bokir (Serka Gulamo), Film yang disutradarai oleh Benni Setiawan mengisahkan tentang Kontingen Pasukan Garuda XXIII Indonesia yang akan berangkat tugas di Lebanon, sebagai Pasukan Perdamaian PBB.

Dalam misinya di Lebanon, Kontingen Garuda XXIII tidak saja mencegah konflik dua negara yang sedang berselisih, melainkan memberikan bantuan sosial kepada warga setempat.Film yang mengambil lokasi syuting di Indonesia dan Lebanon itu menyampaikan pesan bahwa bangsa Indonesia melalui Kontingen Garuda XXIII dapat mengukir prestasi dalam forum internasional, dan dicintai bukan saja oleh bangsa sendiri, melainkan bangsa lain.Selain itu, film ini juga memperkenalkan budaya Bangsa Indonesia yang berbudi luhur serta dapat diterima dan membawa nama baik dalam kancah internasional.

Film yang dibumbui dengan kisah asmara Kapten satrio dan diselingi berbagai kejadian yang menegangkan diantaranya adalah saat melerai pertikaian antara tentara Israel dengan tentara Lebanon, membebaskan rekan prajurit Spanyol dari sandera pasukan Hizbullah, memberikan bantuan sosial kepada warga setempat dan memberikan pemeriksaan kesehatan serta informasi.

Kisah Kontingen Garuda XXIII itu berkutat pada kisah Kapten Satria yang diperankan Rio dalam menjaga keamanan di Lebanon.

Di Lebanon, Satria bertemu dengan Rania, seorang guru sekolah dasar, saat berkunjung ke sekolah-sekolah guna memberikan pemeriksaan kesehatan dan informasi.

Rania jatuh hati terhadap Rio yang telah bertunangan dengan gadis yang berprofesi sebagai dokter di Indonesia.

Film yang digagas oleh Letjen (purn) TB Silalahi ini dibintangi  Boris Bokir, Revalina S. Temat, Baim Wong, Dedy Mizwar, Tri Yudiman dan artis Lebanon, Jowy Khoury. (YM)

Facebook Comments