Noor Yasin : Alhamdulillah Hasil Panen Bagus, Saat Harga Jual Gabah Tinggi

oleh
Ketua Poktan Subur Makmur, Kapolsek Jekulo, Kepala Desa Gondoharum , Kadispertanpangan, Ketua DPRD Kudus, Sekdakab, Camat Jekulo, Danramil Jekulo dan para anggota poktan melakukan panen perdana (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Bagusnya hasil pertanian bagi petani di Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo pada panen MT I tahun ini membuat mereka berbahagia,  Pasalnya, selain  tanaman padi mereka bisa menghasilkan kualitas bagus dan hamapun nyaris tidak ada, sehingga berdasarkan perhitungan ubinan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, per hektar menghasilkan 7, 5 ton Gabah kering Panen (GKP).

Sekretaris Daerah Pemkab Kudus, Noor Yasin, mewakili Bupati Kudus Dr Musthofa SE MM, mengucapkan selamat pada petani desa Gondoharum yang tergabung dalam kelompok tani Subur Makmur atas bagusnya hasil pertanian dibandingkan tahun lalu.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kudus Noor Yasin saat membuka acara simbolis Panen Raya Di Desa Gondoharum Jekulo Kudus, dengan tema “Syukuran Wiwitan Panen Padi” beberapa hari lalu.

Ketua DPRD Kudus dan Sekdakab Kudus saat memberikan arahan dan penjelasan tentang pertanian ke depan.(foto: Istimewa)

“ Alhamdulilah, pertanian di Kudus terutama sekarang di Gondoharum hasilnya bagus. Bagusnya hasil pertanian merupakan cita-cita dari petani. Semoga dengan hasil panen diberkahi oleh Alloh SWT, sehingga membawa manfaat untuk keluarga dan masyarakat desa Gondoharum,” ujar Noor Yasin saat memberikan sambutan pada acara Syukuran wiwitan panen padi kelompok tani Subur Makmur di dukuh Tampung Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo, Rabu (10/01/18).

TRENDING :  Ternyata Proses Tanam Padi Memiliki Banyak Istilah Unik,Berikut Penjelasanya...

Masih menurutnya, Selain menghasilkan 7,5 ton perhektar, saat ini harga jual gabah cukup tinggi yakni Rp 5.500 perkilogram.

“ Dengan melihat panen ini semoga membuat petani lebih semangat dan melanjutkan untuk panen pada masa tanam kedua. Sehingga cita-cita pemerintah kabupaten Kudus menjadi penyangga pangan di Jawa Tengah terpenuhi. Karena itu perlu kerja keras petani dan kerja cerdas Dinas Pertanian dan Pangan, pada akhirnya bisa tuntas semua, semoga cuaca juga mendukung ,” tuturnya.

Sementara itu Masan, Ketua DPRD Kudus, setelah melihat bagusnya hasil pertanian di Desa Gondoharum mengingatkan supaya petani tidak melupakan membayar zakat. Sebab hal itu akan bisa membawa berkah pada masa tanam berikutnya.

“ Ampun supe dizakati nggih. Supaya panen selanjutnya lebih melimpah dan jauh dari hama ,” cetus Masan, mendampingi Noor Yasin.

“ Nanti kalau JUT ( Jalan usaha tani) ada kesulitan terkait aturan penerima hibah, mungkin nanti kita tingkatkan status jalan ini menjadi jalan Kabupaten sehingga pembangunan bisa lebih cepat. Bisa juga nanti kita alokasi melalui desa. Sehingga nanti petani untuk mengangkut hasil panenannya lebih mudah dan biayanya jadi lebih murah ,” kata Masan.

TRENDING :  Mentan Bersama Bupati Pati Panen Raya di Desa Wotan

Saat ini di dukuh Tampung luas tanah sawah mencapai 130 hektar, terdiri dari 100 hektar ditanami padi dan sisanya ditanami tebu serta kolam lele.

“Kami berharap ada bantuan pompa, sehingga ketika musim kemarau bisa mudah mendapatkan air. Selain itu juga berharap bantuan untuk burung hantu, sebab sekarang jumlahnya masih kurang untuk mengantisipasi hama tikus. Kami tidak menggunakan setrum pak, menggunakan cara-cara alami. Kemarin bersama pak kepala Dinas pertanian melakukan geropyokan tikus ,” ucap Agung Slamet ketua kelompok tani.

Menanggapi hal ini, Masan mengatakan bahwa pada akhir tahun 2018 nanti diharapkan sesuai rencana bendungan Logung sudah selesai dan bisa dioperasikan. Sehingga para petani di Desa Gondoharum tidak khawatir saat musim kemarau.

“ Nanti petani disini bisa seperti di Undaan. Bisa panen sampai tiga kali dalam setahun. Sehingga petani akan semakin sejahtera. Padi, Padi dan palawija ,” jawabnya.

TRENDING :  Pemdes Optimalkan Pemanfaatan Embung Ngemplak

Sedangkan terkait paska panen, akan membuat strategi hasil petani Kudus yakni akan dibeli oleh PNS di lingkungan Kabupaten,  Kelebihannya akan dijual luar kota atau diserap oleh Bulog.

Ada pemandangan unik saat ditengah acara tersebut, lokasi kegiatan merupakan satu-satunya jalan pertanian. Sehingga menjadi akses petani baik berangkat maupun pulang dari sawah. Nah, usai Ketua DPRD Kudus dan Sekdakab menyampaikan sambutan, kemudian keduanya dengan ramah mempersilahkan petani untuk melewati tengah lokasi acara.

“ Monggo-monggo, bapak-bapak petani untuk lewat. Tidak apa-apa. Hati-hati yaa, pelan-pelan saja ,” kata Noor Yasin sambil membantu mendorong sepeda motor bermuatan rumput yang terganjal batu.

Acara ini dihadiri Ketua DPRD Kudus, Masan SE MM; Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Catur Sulistiyanto S.Sos MM; Danramil Jekulo, Kapten Bambang S.; Kapolsek Jekulo, AKP Subakri dan Camat Jekulo, Dwi Yusi Sasepti serta Kepala Desa Gondoharum, Ruslan dan para anggota kelompok tani. (YM)

 

 

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :