Nostalgia Noorhadi Dan Sepeda Jengki

Nostalgia Noorhadi Dan Sepeda Jengki

Nostalgia Noorhadi Dan Sepeda Jengki
Kudus, isknews.com-Dengan senang hati Noorhadi (25) bercerita di masalalunya waktu itu masih sekolah duduk dibangko kelas 1 SMP sampai SMK kelas III, berangkat dan pulang sekolah menggunakan sepeda jengkinya, selasa (08/11)

Saat ditemui awak media isknews.com Noorhadi bercerita tentang masalalunya yang mengharukan dengan sepeda Jengkinya, masa-masa yang engak bakal terlupakan ungkap Noorhadi sambil senyum, waktu itu naik sepeda jengki sudah bagus dan engak bikin malu. Pada saat Noorhadi masih SMK, salah satu sekolah SMK tervaforit yang ada di Kudus, semasa Noorhadi sekolah SMK karena saya memang berasal dari keluarga yang sederhana, orang tua saya ngasih uang saku cuma Rp 3000,00 segitupun sudah bersyukur dan merasa cukup.

BACA JUGA :  Perlu Aturan Baku Tata Kelola Sampah CFD

Waktu dulu pas zaman saya sekolah di SMK, memang satu kelas engak ada ceweknya cowok-cowok semua, di sela-sela waktu saya pernah punya pengalaman yang sangat tak terlupakan karena, sepeda jengki saya waktu mau pulang sekolah tiba-tiba ban sepeda saya bocor, dan maklumlah karena uang saku cukup buat beli nasi doang.

 

Pas pulang sekolah sudah habis karena buat jajan, melihat sepeda jengki bocor, hatiku merasa kacau lalu saya minta tolong pinjem uang kepada temen saya yang bernama Suramad untuk menembel ban sepeda jengki. ” Namun harapanku minta tolong kepada Suramad sia-sia belaka”, karena Suramad enggak mau minjemin uang, cuman ngasih saran “gini saja Noor sepedamu pompa saja, ntar kalau kempes pompa lagi seterusnya sampai rumah” hati kecil saya bilang kebageten Suramad di mintain tolong gitu saja kok enggak bisa, terpaksa sepeda jengki saya “tuntun” sampai rumah karena takut kalau saya naikin ban sepedanya tambah rusak.

BACA JUGA :  Zakiyyatul Amiroh, Semua Berawal Dari Inspirasi
imag0455
Sepeda Jengki (ISK /fatkur toha)

Karena jarak rumah saya dari sekolahan sekitar lima kilo. Dan saya jalan kaki sambil membawa sepeda jengki yang kempes, perjalanan dari sekolahan sekitar jam 16.00 nyapai rumah sampai mau Magrib, cerita kisah nyata Nostalgia bersama sepeda Jengki (FT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post