Seminar “Meneguhkan Ketahanan Anak Indonesia” Nur Said : Stop Kekerasan Terhadap Anak

Jpeg

Seminar Nasional Harmoni Gender di STAIN Kudus (13/10)

Kudus, Isknews.com – Kekerasan terhadap anak telah menjadi keprihatinan bersama dari berbagai pihak. Hampir setiap hari berbagai berita memuat tentang kenestapaan anak-anak Indonesia dengan berbagai ragam dan polanya. Anak-anak Indonesia dalam bahaya dan semua pihak harus dalam keadaan siaga karena kekerasan terhadap anak terus saja terjadi baik dalam masyarakat, sekolah maupun dalam keluarga sendiri.

Untuk itulah Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Kudus menyelenggarakan acara tahunan Seminar Nasional dan Call for Papers Harmoni Indonesia (SNCP-HARMONESIA). Untuk tahun ini secara khusus mengangkat tema: �Meneguhkan Ketahanan Anak Indonesia�. Forum HARMONESIA mengundang para guru, akademisi, peneliti, praktisi dan aktivis sosial untuk terlibat menulis paper dengan tema tersebut sesuai disiplin ilmunya masing-masing untuk memperkaya perspektif sehingga benang kusut problematika anak-anak Indonesia bisa teridentifikasi dengan baik dan sekaligus menemukan solusi yang tepat dan jitu selaras dengan budaya nusantara.”terang Nur Said, panitia yang juga sebagai nata sumber.

Baca Juga :  16 Agustus PEMKAB tetap Laksanakan CFD

Acara yang berlangsung jam 08.00 – 16.00 ini digelar di Gedung Rektorat STAIN (13/10) yang dihadiri oleh Peserta dari dosen, mahasiswa, peneliti dan utusan berbagai lembaga terkait.

Nur Said saat di hubungi Isknews.com menjelaskan bahwa seminar ini mengangkat Tema “Meneguhkan Ketahanan Anak Indonesia” Kegiatan ini diselenggarakan memiliki tujuan Membangun kesadaran bersama bahwa setiap anak adalah amanah dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki potensi-potensi luar biasa untuk menjadi JUARA sehingga perlu diperlakukan dengan ramah agar bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal dalam menjalan peran dan fungsinya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT.

Baca Juga :  Gubernur Beri Kuliah Umum Di SMK Berbasis Pondok

Lanjut Nur Said “Tujuan selanjutnya adalah Mengidentifikasi berbagi problematika anak-anak Indonesia terkini di tengah tantangan lokal dan global dan sekaligus mendesak untuk segera diatasi dan disikapi oleh segenap komponen bangsa.Menemukan kembali berbagai kearifan lokal dan perilaku terbaik (best practices) dalam warisan budaya nusantara yang relevan dalam meneguhkan ketahanan anak-anak Indonesia.Membangun komitmen bersama dari berbagai elemen masyarakat baik dari pemerintahan maupun dan institusi non pemerintah lain untuk mendorong pemenuhan hak dasar bagi anak agar mereka mampu melejitkan segala potensinya untuk membangun bangsa yang berkarakter dan bermartabat di tengah bangsa-bangsa di duniaTerbangunnya jejaring perlindungan anak Indonesia dari berbagai komponen masyarakat secara kuat dan terpadu menuju terbangunnya Kota Layak Anak dan pendidikan yang ramah anak baik dalam keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitar.”Tandasnya.

Baca Juga :  Indonesia Darurat Narkoba, Kesbangpol Gencar Lakukan Sosialisasi

Kesimpulan nya, lanjut dia “Perlu kolaborasi dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhdp anak. yang terpnting adalah ada kesadaran menjadikan keluarga sebagai madrasah dalam pemegang kultural untuk keharmonisan sebagaimana tercermin dalam rumah adat Kudus.”Pungkasnya.(AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?