Ombudsman Sidak Jembatan Batang Bambu di Kelurahan Sunggingan

by

Kudus, isknews.com – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah melakukan pemeriksaan jembatan tidak layak di Kelurahan Sunggingan, Kabupaten Kudus, Kamis (12/10/17).

Sebagaimana yang diketahui, beberapa hari terakhir media massa ramai memberitakan jembatan di Kelurahan Sunggingan terdiri dari dua batang bambu yang diikat dan sebatang bambu sebagai pegangan. Jembatan dibangun atas inisiasi warga untuk mempermudah akses anak-anak menuju sekolah. Pemeriksaan yang dilakukan Ombudsman Jawa Tengah ini merupakan bagian dari inisiatif atas prakarsa sendiri sebagai lembaga negara pengawas penyelenggaraan pelayanan publik.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah telah meminta keterangan Kepala MI Mafatihul Ulum terkait lalu lintas penggunaan jembatan. Menurut keterangan Yusuf Falah selaku Kepala MI Mafatihul Ulum, jembatan dibangun oleh wali murid secara swadaya untuk akses mengantar anak-anak ke sekolah. Apabila melewati jembatan layak yang telah ada, masyarakat harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilometer.

TRENDING :  Hari HIV-Aids Se Dunia KSR Stikes Muhammadiyah Kudus Bagikan Stiker dan Brosur di Terminal Bus Induk

Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Jawa Tengah juga meminta keterangan Lurah Sunggingan terkait hal ini. Lurah menyampaikan bahwa pihak kelurahan pernah membahas dan mengajukan usulan pembangunan jembatan tersebut kepada Camat sejak Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2013. Pada tahun 2016 dan 2017, Lurah telah kembali mengajukan usulan dalam Musrenbang. Diperkirakan pembangunan jembatan memakan biaya 800 hingga 1 milyar Rupiah.

KOMENTAR SEDULUR ISK :