Optimalkan Capaian Target PAD, Kudus Wacanakan Pengelolaan Parkir Oleh Swasta

oleh
ISKNEWS.COM

.
Kudus, isknews.com – Salah satu sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah yang potensial adalah dari sektor retribusi jasa perparkiran.

Oleh karenanya dalam rangka melaksanakan pembangunan secara efektif dan efesien, maka Pemerintah Kabupaten Kudus harus secara kreatif mampu menciptakan dan mendorong meningkatnya sumber=sumber Pendapatan Asli Daerah.

Pengelolaan perparkiran di Kabupaten Kudus yang selama ini dikelola oleh pemerintah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, diwacanakan akan di alihkan kepada pihak ketiga atau swasta.

Ide rencana mengalihkan kewenangan ini akibat Pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi parkir selama ini masih kurang optimal. Pendapatan dari sektor retribusi parkir dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat namun tidak korelasional dengan capaian target yang optimal.

Terkait hal tersebut Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan menyerahkan pengelolaan parkir di daerah setempat kepada pihak ketiga guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana harian Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Sam`ani Intakoris di Kudus, Jumat (27/10/17).

“Terkait wacana tersebut, kami akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kudus, untuk memastikan apakah wacana tersebut perlu ada payung hukumnya serta terkait penentuan target penerimaan untuk setiap titik parkir,” katanya.

TRENDING :  Jalur Alternatif Di Kudus Siap Dilewati Pemudik

Ditambahkannya, pengelolaan tempat parkir kepada pihak ketiga sangat memungkinkan dan bertujuan agar pendapatan daerah dari sektor parkir semakin maksimal.

“Nantinya, pemkab akan menentukan target untuk setiap area parkir, kemudian ditawarkan kepada pihak ketiga, lokasi parkir yang hendak dilelangkan kepada pihak ketiga, tidak hanya tempat parkir khusus, melainkan juga tempat parkir di tepi jalan umum juga diwacanakan untuk dilelang kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Target Pemerintah Kabupaten Kudus dari sektor parkir juga telah dilakukan koreksi perubahan, semula ditetapkan sebesar Rp6,1 miliar, kini angka tersebut diturunkan menjadi Rp4,52 miliar dengan realisasi penerimaan hingga pekan ini terealisasi 78 persen dari target sebesar Rp4,52 miliar.

Dari rencana penerimaan sebesar Rp4,52 miliar tersebut, untuk parkir khusus ditargetkan sebesar Rp1,9 miliar, sedangkan parkir umum dan lainnya sebesar Rp2,58 miliar.

Pada tahun 2016, selain pendapatan retribusi parkir tepi jalan umum yang tidak memenuhi target, retribusi parkir khusus juga mengalami “nasib” sama. Tidak tercapainya target pada 2016 itu, disebabkan target yang mengalami kenaikan sebesar 400 persen, dari pendapatan tahun sebelumnya.

TRENDING :  ARUS BALIK BELUM NAMPAK

Yakni dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, sebesar Rp 3.145.307.000, realisasasi pendapatan retribusi parkir tempat khusus pada 2016 itu dan hanya tercapai Rp 1.079.174.000, atau 34,31 persen. Diantara tempat khusus yang retribusinya tidak memenuhi target, adalah Pasar Bitingan yang realisasinya hanya 18,40 persen.

Seperti pernah di sampaikan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Jumartono, target pendapatan retribusi tempat parkir khusus di Kabupaten Kudus 2016 yang ditetapkan oleh Pemkab Kudus, secara keseluruhan, sebesar Rp 3.145.307.000, realisasi sampai akhir Desember 2016, sebesar Rp 1.079.174.000, atau 34,31 persen.

Untuk delapan tempat parkir khusus yang dikelola Dishub, ungkapnya lanjut, adalah temat parkir khusus Ramayana Mall, target sebesar Rp 706.557.000, realisasi sampai akhir Desember 2016, sebesar Rp 308.651.000, atau 43,68 persen.

Pemakaian KM/WC parkiran Ramayana Mall, target sebesar Rp 3.000.000, realisasi Rp 4.800.000, atau 160,00 persen, pangkalan truk Klaling, target sebesar Rp 110.000.000, realisasi sebesar Rp 70.000.000, atau 63,64 persen,

pemakaian KM/WC pangkalan truk Klaling, target sebesar Rp 6.000.000, realisasi sebesar Rp 9.720.000, atau 162,00 persen, terminal wisata Bakalan Krapyak, target sebesar Rp 782.000.000, realisasi Rp 236.877.000, atau 30,29 persen.

TRENDING :  Petugas Tempat Parkir Khusus Akan Dioutsourcingkan

Terminal bus induk, target sebesar Rp 27.000.000, realisasi Rp 12.075.000, atau 44,72 persen, pemakaian KM/WC parkiran Menara, target sebesar Rp 4.200.000, realisasi Rp 0,00, atau 0,00 persen dan parkir khusus taman Kudus Plasa, target sebesar Rp 75.800.000, realisasi Rp 58.477.000, atau 77,15 persen.

Selanjutnya, tempat khusus parkir yang dikelola oleh Disbudpar, yakni parkiran Museum Kretek, target sebesar Rp 8.100.000, realisasi Rp 5.500.000, atau 67,90 persen.

Sedangkan untuk tempat parkir khusus yang dikelola warga masyarakat, adalah sebagai berikut, tempat parkir khusus Pasar Bitingan, target sebesar Rp 499.800.000, realisasi Rp 91.952.000, atau 18,40 persen, Pasar Kliwon, target sebesar Rp 486.000.000, realisasi Rp 33.360.000, atau 6,86 persen.

Pasar Jember, target sebesar Rp 140.000.000, realisasi Rp 38.800.000, atau 27,71 persen, Pasar Piji, target sebesar Rp 29.050.000, realisasi Rp 27.009.000, atau 92,97 persen.

Taman Bojana, target sebesar Rp 75.210.000, realisasi Rp 73.904.000, atau 98,26 persen. “Untuk tempat parkir khusus Pasar Grosir, dari target sebesar Rp 38.590.000, realisasi sampai dengan akhir Desember 2016, Rp 19.480.000, atau 50,48 persen.” (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :