Orang Berhidung Pesek Lebih Mudah Pilek, Ini Penjelasannya

oleh
Orang Berhidung Pesek Lebih Mudah Pilek, Ini Penjelasannya
Foto: Orang yang sedang mengalami flu. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Setiap orang memiliki bentuk hidung yang berbeda, ada yang pesek dan ada pula yang mancung. Perbedaan bentuk hidung ini kerap dikaitkan dengan kondisi atau penyakit seseorang.

Ada sebuah ungkapan yang menyebutkan orang berhidung pesek, lebih rentan terhadap penyakit flu dan pilek, dibandingkan dengan orang berhidung mancung. Ungkapan ini didukung dengan penjelasan, bahwa bentuk hidung pesek cenderung lebih melengkung dibandingkan hidung mancung. Begitupun dengan aliran udara di hidung.

Hal inilah yang kemudian membuat virus dan bakteri yang masuk melalui hidung pesek, tidak mudah keluar bersama aliran udara. Sehingga, orang yang berhidung pesek lebih rentan terhadap penyakit infeksi pernafasan, seperti flu dan pilek.

Memastikan kebenaran hal tersebut, media ini menghubungi dr. Hariyanto. P2KB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kudus, itupun menjelaskan bahwa ungkapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

TRENDING :  Tiga Orang Dikecrek Aparat Saat Fokus Kopyok Dadu

“Hidung pesek atau mancung sebenarnya hasil proses pembentukan tulang rawan. Proses tersebut dipengaruhi, keturunan atau genetika, ras dan demografi. Sehingga tulang rawan sebagai pembentuk hidung bagian depan ini sangat variatif. Untuk struktur hidung bagian dalam tetap sama saja,” katanya.

Diterangkannya, struktur dalam hidung manusia terdiri dari bulu atau rambut hidung dan konka atau tonjolan hidung. Konka sendiri terdiri dari sel-sel yang memproduksi mukosa atau cairan hidung, pembuluh darah dan saraf hidung.

“Sebenarnya, bagian yang paling berpengaruh pada kondisi kesehatan manusia adalah struktur bulu hidung dan Konka. Orang rentan terhadap flu dan pilek disebabkan oleh struktur konka,” tegasnya, saat dihubungi isknews.com pada Senin (09-07-2018).

Imbuhnya, “Misalnya seseorang yang memiliki bulu atau rambut hidung yang sedikit. Maka ia akan rentan terhadap penyakit flu dan pilek, meskipun hidungnya mancung. Hal ini disebabkan, bulu atau rambut hidung berfungsi sebagai filter kotoran dan membantu turbulensi udara di hidung,”

TRENDING :  Ketua Persit Kudus Gerakan Anggotanya Perangi Narkoba

Begitupun dengan Konka atau tonjolan hidung. dr. Hariyanto menuturkan, pada bagian inilah yang sering kali ditemukan masalah. Karena umumnya, orang yang sering flu dan pilek, konka atau tonjolan hidungnya lebih besar dari ukuran normal.

Dilanjutkannya, pembesaran tonjolan itulah yang membuat ruang di rongga hidung semakin sempit dan tubuh menjadi lebih beresiko atau rentan dengan penyakit flu dan pilek.

TRENDING :  Puskesmas Karimunjawa Diakreditasi

“Pembesaran tonjolan hidung ini bisa disebabkan oleh proses alergi atau iritasi. Utamanya pada seseorang yang memiliki bakat atau riwayat alergi, akan lebih rentan terhadap penyakit flu dan pilek. Meskipun ia memiliki bentuk hidung yang mancung,” ungkapnya.

Dengan kata lain, penyakit flu dan pilek tidak ada hubungannya dengan bentuk hidung seseorang. Melainkan, dipengaruhi oleh faktor fisiologis (struktur dalam hidung -Red), bakat alergi dan infeksi pada hidung seseorang.

“Orang yang sering terkena flu dan pilek, sebaiknya diperiksakan ke pelayanan kesehatan. Agar bisa diketahui secara pasti, penyebabnya dan cara penanganannya,” tutupnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :