Orang Tua Wajib, Siapkan Putrinya Hadapi Menarche

oleh
Promosi Kesehatan Keluarga yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan, Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus, pada Rabu (10-10-2018) di Aula Balai Desa Pedawang. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Menurut sebuah penelitian, banyak gadis atau anak perempuan yang tidak siap ketika menghadapi Menarche atau haid pertama bagi seorang wanita. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa sepertiga responden mengaku jika pengetahuan mereka mengenai haid terbatas. Karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup, menyebakan mereka tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukan ketika hal tersebut terjadi.

Dasar inilah yang menjadikan keterlibatan orang tua dalam memberikan pemahaman yang tepat untuk mempersiapkan putrinya dalam menghadapi menarche sangat dibutuhkan. Diungkapkan oleh Heni Asmawati, penyluh dari UPT Puskesmas Dersalam, bahwa menarche menjadi hal yang penting bagi seorang wanita. Karena itu, perlu adanya perhatian khusus, karena hal ini menandai awal kedewasaan biologis seorang wanita.

TRENDING :  BAKTI SOSIAL LINTAS SEKTOR BASMI NYAMUK

Meskipun kini telah banyak sumber informasi tentang haid. Akan tetapi banyak anak perempuan yang menggap ibu sebagai sumber terpenting tentang haid. Dari proses terjadinya haid, apa yang harus dilakukan ketika haid datang hingga bagaimana cara menjaga kebersihan selama menstruasi.

“Waktu menarche setiap wanita sangat beragam, ada yang mengalaminya pada usia 11 tahun bahkan ada yang lebih muda lagi.
Untuk itu, orang tua harus mempersiapkan putrinya sedini mungkin atau pada usia delapan tahun,” ujarnya.

TRENDING :  dr Maryata : Tips Paling Aman Melihat Gerhana Matahari Total Adalah Lewat Layar Televisi

Imbuhnya, “Mungkin banyak orang mengira usia tersebut terlalu dini, namun wanita pad usia tersebut dirasa sudah mulai matang secara seksual akibat lonjakan hormon-hormon. Tak hanya itu, perubahan fisik yang berkaitan dengan pubertas juga sudah mulai terlihat,”

Untuk penyampaian informasinya, orang tua bisa melakukannya ditempat yang tenang dan nyaman. Tahap pertama, Heni Asmawati menyampaikan orang tua bisa membuka pembicaraan tentang masa pertumbuhan dan proses menuju dewasa yang dialami oleh wanita.

Dalam pembicaraan ini, anak cenderung tertarik dengan cerita yang dialami oleh orang tuanya. Dari pembicaraan tersebut, orang tua bisa menyisipkan pengetahuan-pengetahuan terkait proses haid hingga penangannya.

TRENDING :  Viral Video KDRT di Kudus, Begini Keterangan Polisi

“Dengan pengetahuan yang cukup, diharapkan remaja siap menghadapi menarche baik secara fisik maupun psikologis. Sehingga saat hal tersebut terjadi anak tidak perlu cemas dan bingung lagi mengenai tindakan apa yang harus diambil dan perubahan psikologi yang terjadi apad dirinya,” terangnya dalam kegiatan Promosi Kesehatan Keluarga yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan, Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus, pada Rabu (10-10-2018) di Aula Balai Desa Pedawang. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :