Pabrik Sepatu Di Mayong Butuh 20 Ribu Pekerja

Pabrik Sepatu Di Mayong Butuh 20 Ribu Pekerja

Jepara – Perusahaan asal Korea Selatan PT Parkland World Indonesia di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara siap mempekerjakan sekitar 20 ribu karyawan. Saat ini pembangunan tahap pertama perusahaan yang memroduksi sepatu untuk Adidas bernilai investasi kurang lebih Rp 1 triliun itu telah rampung dan diresmikan.

“Pada pembangunan tahap pertama ini, Parkland World Jepara telah menyerap kurang lebih 2 ribu pekerja. Sedangkan kebutuhan karyawan secara keseluruhan sekitar 20 ribu orang,” ujar Factory Director Parkland World Indonesia, Harold Kusler di sela-sela peresmian Parkland World di Jepara, Kamis (8/8).

Setelah memperoleh izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), lanjut dia, pihaknya langsung melakukan pendirian bangunan pabrik dan instalasi mesin sekitar akhir 2015, di lahan seluas 33 hektare yang membentang di Jalan Raya Jepara – Kudus, Desa Pelang, Kecamatan Mayong.

BACA JUGA :  Disnaker Kudus Pantau Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja (PPJP)

Ia menjelaskan, Parkland World memilih Bumi Kartini sebagai lokasi pendirian pabrik sepatu merk internasional itu, karena wilayah Jawa Tengah terutama Jepara sangat strategis. Biaya tenaga kerja pun kompetitif dan perizinan tidak sulit. Selain di Jepara, Parkland Word juga ada di Tangerang dan Serang, Provinsi Banten dengan produk sama.

“Untuk yang di Jepara, kami menargetksn produksi sepatu sebanyak 2 juta pasang per bulan. Semua produk atau 100 persen produk sepatu diekspor ke berbagai negara,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi mengatakan upaya menciptakan lapangan kerja merupakan hal penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Keberadaan perusahaan padat karya seperti PT Parkland World di Jepara tersebut dinilai sangat tepat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Parkland World khususnya yang di Jepara serta Republik Korea. Karena ada ratusan PMA (penanaman modal asing) masuk ke Indonesia dan tersebar di berbagai daerah, termasuk di Jateng dengan sektor usaha padat karya seperti di Jepara ini,” ucapnya.

BACA JUGA :  K-SBSI KUDUS, "REVISI ATURAN JHT HARUSNYA MENGAKOMODIR BURUH KONTRAK".

Diakui, saat ini Jateng merupakan provinsi yang banyak dilirik investor asing. Karenanya, berbagai upaya harus dilakukan supaya Jateng selalu menjadi daerah ramah investasi. Antara lain pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap, pembenahan manajemen perizinan yang mudah dan cepat, serta menjaga kondusivitas wilayah.

Selain itu, penyiapan tenaga kerja yang potensial dan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan merupakan unsur yang tidak kalah penting. Sehingga pemerintah daerah, perusahaan, serta pihak terkait lain harus terlibat bersama untuk mengasah keterampilan dan keahlian para calon tenaga kerja.

“Akan lebih baik apabila pemda berkerja sama dengan pihak perusahan bersama-sama menyiapkan tenaga kerja. Misalnya bekerja sama dengan SMK di daerah setempat. Bisa melalui magang di perusahaan sehingga bisa menambah pengetahuan dunia kerja,” beber Heru.

BACA JUGA :  ​Anggota Koramil Gebog Kodim Kudus Laksanakan Pendampingan Dalam Pelayanan KB

Pihaknya juga berupaya memberdayakan masyarakat usia produktif yang putus sekolah. Yakni dengan terlebih dulu membekali mereka dengan berbagai keterampilan di balai latihan kerja maupun pelatihan yang diselenggarakan pihak swasta.

Seusai penandatanganan prasasti peresmian pabrik oleh Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko dan Chairman Parkland Group BK Lee, dilakukan pemotongan pita sebagai tanda pengoperasian Parkland World Jepara. Wakil gubernur didampingi Bupati Jepara Ahmad Marzuki, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo, Duta Besar Korsel untuk Indonesia Cho Tae Young, Chairman Parkland Group beserta jajarannya berkeliling meninjau bagian produksi untuk melihat proses pembuatan sepatu. (HJT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

53 Responses to "Pabrik Sepatu Di Mayong Butuh 20 Ribu Pekerja"

Comments are closed.