Pagi Ini FKMDM Rencanakan Unjuk Rasa Besar-Besaran Terkait Pembangunan Jalan Lingkar Mijen

Kudus, isknews.com – Pagi ini sekitar pukul 9.30, Kelompok Msyarakat Desa Mijen Kaliwungu Kudus, yang tergabung Dalam Forum Komunikasi Masyarakat Desa Mijen (FKMDM) berencana melakukan unjuk rasa besar-besaran terkait Pembangunan Jalan Lingkar Mijen, Rabu (7/9), Demo yang dalam pemberitahuan ke Polres di rencanakan akan dilakukan oleh sebanyak 500 orang warga Desa Mijen tersebut, menggugat kepada beberapa instansi yang terkait dengan penyelenggaraan proyek Jalan Lingkar, diantaranya yang akan di gugat oleh mereka adalah, Kantor Agraria Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional  Kudus, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus dan Pemerintah Desa Mijen.

Supriyadi, aktifis LSM asal Desa Mijen menyampaikan, unjuk rasa terpaksa dilakukan, mengingat lambatnya pihak BPN dalam menerbitkan Sertifikat tanah yang merupakan tukar guling dari tanah warga yang terkena pembengunan proyek jalan lingkar desa Mijen, ” Sudah sejak tahun 2002 warga desa Mijen menanti hingga sekarang, terkait janji pensertifikatan gratis bagi masyarakat yang terkena pembangunan jalan lingkar utara – barat yang telah di janjikan oleh mereka, namun hingga kini masih nol besar”, katanya.

Baca Juga :  Pegadaian dan jurnalis Pati, setetes darah untuk merdeka

Pembangunan jalan lingkar utara ruas Mijen – Klumpit, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, hingga kini sudah mencapai hampir sekitar 70%. Pembangunan jalan lingkar yang nantinya diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Kudus – Jepara itu, menelan beaya keseluruhan sebesar Rp 47,350 miliar.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris melalui Kepala Seksie (Kasie) Pembangunan Jalan dan Jembatan, Teguh Adi, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Jumat (02/9), membenarkan hal itu. Menurut dia, proyek jalan lingkar Mijen – Klumpit sepanjang sekitar 3,2 kilometer itu, pengerjaannya mulai dari 0, yakni dari penataan dasar berupa batu padas, pemadatan, pengerasan, pengecoran dan pengaspalan. Kini pengerjaannya sudah sampai pada tahap pengaspalan dan diperkirakan sudah mencapai sekitar 70%. “Sejauh ini, pekerjaan berjalan lancar dan belum ditemukan kendala di lapangan.”

Baca Juga :  BAKAL CALON KADES SEMI REJO TEMPUH UJIAN DEMI DITETAPKAN MENJADI CAKADES

Dia selanjutnya mengungkapkan, secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan lingkar Mijen – Klumpit itu seluruhnya mencapai Rp 47,350 miliar. Dana sebesar itu berasal dua sumber, yakni dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran (TA) 2016, sebesar Rp 15 miliar dan dari bantuan keuangan sarana dan prasarana (sarpras) Gubernur (Bangun) Provinsi Jawa Tengah, sebesar Rp 32,350 miliar.

Oleh karena itu, pengerjaannya pun terbagi dua sesi, Rp 15 miliar (DAK), dialokasikan untuk pengerjaan sesion I, yakni pembangunan dan pengecoran ruas jalan Mijen – Klumpit.
Sedangkan anggaran Bangub sebesar Rp 23,350 miliar, dialokasikan untuk sesion II yang pekerjaannya ada dua kegiatan, yakni pembangunan ruas jalan Klumpit – Karangmalang (Kecamatan Gebog), sebesarRp 7,350 miliar, Rp 25 miliar untuk pembangunan dua jembatan, di Sungai Kalisat dan Kali Kemudi, masing-masing Rp 12,5 miliar.
“Untuk masa pengerjaannya sampai Desember 2016, jadi masih cukup waktu, sampai semua kegiatan pekerjaan jalan lingkar Mijen – Klumpit itu benar-benar selesai,” jelas Teguh. (DM/YM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?