Pagi Tadi Hari Terakhir MOS, Hindari Kekerasan, Senior Dan Yunior Tidak Bersinggungan Fisik

Pagi Tadi Hari Terakhir MOS, Hindari Kekerasan, Senior Dan Yunior Tidak Bersinggungan Fisik

KUDUS, isknews.com – Imej bahwa Masa Orientasi Sekolah (MOS) rawan dengan kekerasan, kini sudah tidak lagi terjadi. Itu karena pada awal Tahun Pelajaran 2016-2017 ini, sekolah penyelenggara MOS berusaha menghindari terjadi kekerasan selama berlangsungnya MOS yang dalam Kurikulum 2013, berganti nama menjadi Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PPLS).
Hal itu seperti yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wisuda Karya, Kabupaten Kudus. Menurut Kepala SMK Wisuda Karya, Sudirman, yang dihubungi isknews.com, Kamis (21/7), cara untuk menghindari kekerasan itu, adalah antara senior dan yunior, tidak saling bersinggungan fisik. Senior atau kakak kelas, dalam pelaksanaan PPLS, hanya sebatas memberikan instruksi dan bimbingan, kepada yunior atau adik kelasnya. Adapun materi yang diberikan adalah pendisiplinan, tanggung jawab dan mandiri. “Hal itu berlaku untuk peserta didik baru Kelas-X, baik siswa maupun taruna jurusan pelayaran.”
Sesuai dengan pengarahan kementrian pendidikan, ungkapnya lanjut, PPLS berlangsung tiga hari, dimulai Senin – Rabu (18-20/7), ditambah satu hari lagi, Kamis (21/) hari ini yang materinya berupa masa pendadaran dan pembinaan mental (Madabintal). “Jadi setelah selama tiga hari para siswa baru kelas-X itu, diberikan materi kegiatan pembelajaran di sekolah, baik intrakurikuler maupun ekstra kurikuler, pada hari terakhir adalah madabintal.”
Karena mengedepankan pendisiplinan dan kemandirian, Sudirman yang didampingi Ketua/Penanggungjawab PPLS, menjelaskan untuk siswa jurusan non pelayaran, materinya pelatihan baris berbaris (PBB), sedangkan untuk siswa pelayaran, madabintal dilaksanakan di Pantai Bandengan, Jepara, dengan instruktur dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Semarang.
“Pada TP 2016-2017 ini, jumlah PDB kelas-X sebanyak 640 siswa terbagi menjadi 17 rombongan belajar (rombel), khusus jurusan pelayaran sebanyak 179 siswa, tebagi enam rombel.” (DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  ​Dodit Mulyanto Stand Up Comedy Dihadapan Guru dari 29 SMK di Kabupaten Kudus

Share This Post