PAN Kudus Gelar Sarasehan Peran Teknologi Informasi Bagi Pencitraan Partai

PAN Kudus Gelar Sarasehan Peran Teknologi Informasi Bagi Pencitraan Partai

Kudus, isknews.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kudus, petang tadi menggelar sarasehan bagi kadernya di Cafe Teng Teng Crit  Getas Pejaten Jati Kudus, Senin (17/10). Sarasehan yang diberi tajuk “Peran Teknologi Informasi Dalam Pencitraan Partai Politik”, menghadirkan nara sumber tunggal Ahmad “Allan” Cholil, pemimpin redaksi harian Radar Kudus, Jawa Pos Grup. Acara yang di kemas santai dan lesehan dihadiri oleh sekitar 60 orang kader PAN Kudus, yang didominasi oleh para pengurus harian partai hingga para pengurus di tingkat cabang PAN Kudus.

Dalam paparannya Allan menyampaikan peranan media masa dan sosial media serta wahana berbasis teknologi informasi, terkait dampak dan potensi bagi media pencitraan sebuah partai politik, “Memasarkan partai politik tak ubahnya seperti memasarkan sebuah produk barang atau jasa kepada target pasarnya.  Pada dasarnya, target pasar untuk partai politik adalah para pemilih (voters), jika kita melakukan segmentasi pemilih yang menjadi target pasar partai politik, maka akan terdapat bebrapa jenis pemilih potensial, yang pertama adalah pemilih ideologis (ideologist voters),  pemilih tradisional (traditional voters), pemilih rasional (rational voters) yang terbagi dalam pemilih intelektual dan non partisan, sedangkan sisanya adalah para pemilih yang masih berubah-ubah (swing voters).  Ideologist Voters dan Traditional Voters menguasai sekitar 40% dari market share, sedangkan Rational Voters dan Swing Voters menguasai sekitar 60% dari market share,” ujarnya.

Sementara itu Budiyono, ketua DPD PAN Kudus menyampaikan, “Jika kita berbicara mengenai strategi pencitraan, tak dapat dilepaskan dari peran media massa dalam kapasitasnya sebagai media (wadah) untuk memberitakan kepada publik serta memberi citra dari aktivitas para aktor politik yang diberitakan dan menjadi konsumsi media massa. Menurutnya Secara Nasional PAN memang tidak memiliki Media masa sendiri, seperti yang dimiliki oleh beberapa petinggi partai-partai yang lain, disini peranan kader untuk mempromosikan partai menjadi penting, bagai mana mengemas seekor kucing terliht seperti harimau, melalui Framing maupun Agenda Setting lewat  media yang menurutnya termurah melalui berbagai aplikasi media sosial seperti facebook, twitter,bbm, whatsapp dan lainnya, karena media massa mempunyai peranan penting dalam mensosialisasikan nilai-nilai tertentu kepada masyarakat,” jelasnya. (YM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post