Pangan : Hidup Matinya Suatu Bangsa

by
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Pangan merupakan soal hidup matinya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak terpenuhi, maka yang terjadi adalah malapetaka. Oleh karena itu perlu usaha secara besar-besaran, radikal dan revolusioner.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Provinsi Jawa Tengah, Warsana, dalam acara Seminar Nasional Peran Penyuluh dan Lembaga Pendidikan/Penelitian Dalam Mendukung Kedaulatan Pangan serta Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Kudus dengan Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (22/09), di auditorium kampus Gondangmanis. Seminar yang dibuka oleh Bupati Kudus H Musthofa itu, diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian UMK, dalam rangka memperingati Dies Natalis UMK ke-37, Hari Jadi Kota Kudus ke-468 dan Hari Tani Nasional.

ISKNEWS.COM

Menurut dia, suatu negara harus dapat menyelesaikan masalah ketahanan pangan, agar mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Oleh karena itu, arah kebijakan pangan dan pertanian 2005 – 2025, adalah mewujudkan bangsa yang berdaya saing dengan meningkatkan efisiensi, modernisasi dan nilai tambah, agar mampu bersaing di pasar lokal dan internasional, dalam rangka penguatan ketahanan pangan.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Musthofa Terima Penghargaan Sebagai 10 Besar Bupati Berkinerja Terbaik