Panggung KPK Di UMK, Suminto A Sayuti Kritik “Bayang Bayang Menara”

Panggung KPK Di UMK, Suminto A Sayuti Kritik “Bayang Bayang Menara”

KUDUS, isknews.com – Profesor Doktor Suminto A Sayuti, mengkritik judul buku Antologi Puisi “Bayang Bayang Menara”. Dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu tampil menjadi narasumber, dalam acara Panggung Keluarga Penulis Kudus (KPK) dan peluncuran Antologi Puisi “Bayang Bayang Menara”, Ahad (20/3), di Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus (UMK) lantai 4.
Narasumber lainnya, adalah Doktor Prasetyo Utomo, dosen Fakultas Sastra IKIP PGRI Semarang, Jumari Hs dan Thomas Budi Santosa, dua penyair senior dari Kudus. Hadir sekitar 100 orang, terdiri atas penyair KPK, peminat sastra, mahasiswa UMK, STAIN dan pelajar perwakilan SMU, SMK dan MA se Kabupaten Kudus.
Kritik yang disampaikan Suminto, mengacu pada judul Antologi Puisi yang diterbitkan KPK, “Bayang Bayang Menara”. Dengan memilih judul itu, dia mempertanyakan mengapa penyair di Kudus memilih menjadi bayang-bayang Menara, tidak menjadi Menara itu sendiri. Padahal Menara adalah Identitas Kota Kudus, Menara adalah Kudus, Kudus adalah Menara yang cahayanya memancar ke seluruh Bumi Nusantara.
Kepada kalangan mahasiswa dan pelajar yang ada keinginan menulis dia mengatakan agar tidak takut menulis puisi, karena apa saja yang kita temukan di alam semesta ini, bisa menjadi puisi. Sebagai contoh, daun dan batu, kalau ditulis daun di atas batu, tidak ada artinya. “Akan ada artinya kalau ditulis, daun cinta di atas batu rindu, itulah puisi,” kata Suminto yang disambut tepuk tangan hadirin. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :   Rock In Solo Tahun 2015 Makin Spesial Dan Berbeda

Share This Post