Pantau Jajanan Kadaluarsa Kepala UPT Pendidikan Akan Sisir SD Di Undaan

Pantau Jajanan Kadaluarsa Kepala UPT Pendidikan Akan Sisir SD Di Undaan

Kudus,isknews.com – Dalam rangka pemantauan,terkait adanya penjual jajanan di SD yang berbahaya karena disinyalir sudah kadaluarsa atau mengandung bahan kimia, serta campuran plastik, mendorong keinginan Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, untuk melakukan penyisiran SD-SD di wilayah kerjanya.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Undaan, Minan, yang dihubungi isknews.com, Kamis (29/03), membenarkan hal itu. Menurutnya dia, pihaknya sudah berulang kali menerima laporan dari masyarakat, tentang adanya makanan atau jajanan yang tidak layak dimakan atau dikonsumsi yang di jual di lingkungan SD. Pasalnya jajanan tersebut, baik yang dijual langsung atau dengan kemasan, disinyalir sudah kadaluarsa, mengandung bahan kimia, bahkan ada yang sintetis. “Saya juga menerima laporan ada krupuk yang menyala saat dibakar, karena mengandung plastik. Itu kalau masuk ke perut, kan bisa menimbulkan gangguan alat pencernaan.”

TRENDING :  150 Pelajar SMA di Kudus Ikuti Penyuluhan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula

Mengingat anak-anak SD adalah generasi penerus bangsa, ungkapnya lanjut, harus diselamatkan demi meraih masa depan dan cita-cita yang masih panjang, pihaknya pun akan melakukan penyisiran yang jika memang ditemukan jajanan berbahaya, langkah berikutnya akan dilakukan sosialisasi kepada anak-anak SD, agar tidak membeli jajanan di luar lingkungan sekolah. “Konsekuensinya, SD dianjurkan membuka kantin sekolah, untuk memenuhi kebutuhan jajanan mereka.”
Dia menegaskan, tujuan membuka kantin sekolah bukan bermaksud memonopoli, namun lebih pada tujuan agar anak-anak SD bisa mendapatkan atau membeli jajanan yang sehat, aman dan bersih. “Dalam penyisiran itu, kami, Kepala UPT akan bekerjasama dengan para pengawas, di 35 SD se Kecamatan Undaan.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*