Panwas Petakan TPS Rawan Kecurangan

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Panwas Kabupaten Jepara memetakan tempat pemungutan suara (TPS) rawan saat proses pemungutan dan penghitungan suara gawe pilkada yang digelar 15 Februari 2017. Peta ini menjadi panduan bagi Pengawas TPS untuk mencegah dan meminimalisir potensi terjadinya berbagai kecurangan saat momen paling krusial dalam penyelenggaraan pilkada di Kota Ukir.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwas Kabupaten Jepara Muhammad Oliz mengatakan proses pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) merupakan tahapan yang menyita perhatian berbagai kalangan, baik peserta pilkada dan tim kampanye, penyelenggara pilkada hingga berbagai elemen masyarakat. Tahapan itu juga paling rentan terjadinya praktek pelanggaran dan kecurangan dalam berbagai bentuknya.

Baca Juga :  Tujuh Dugaan Pidana Pemilu Masuk ke Sentra Gakkumdu

Terkait hal itu, pihaknya pun menyusun peta TPS rawan saat gelaran gawe demokrasi lokal untuk memilih pemimpin Jepara periode 2017 – 2022. Bekal peta TPS rawan itu akan menjadi acuan penyiapan langkah-langkah taktis dan strategis untuk mencegah terjadinya kecurangan di TPS. “Prinsipnya apapun potensi terjadinya hal-hal yang bisa menciderai proses tungsura kita petakan sejak dini,” kata Oliz, di Jepara, Rabu (11/1/2017).

Penyusunan peta TPS rawan ini mengacu lima aspek. Mulai dari akurasi data pemilih dan penggunaan hak pilih; ketersediaan logistik pemilihan; praktek politik uang; keterlibatan aparat negara atau penyelenggara pemilu hingga kepatuhan prosedur selama proses tungsura.

Baca Juga :  Pesta Lomban Jepara Digelar 13 Juli

Menurut Oliz, penyusunan TPS rawan ini mengacu data dan fakta yang terjadi saat pemilu sebelumnya. Semisal TPS yang pernah memiliki sejarah konflik, TPS yang lokasinya dekat dengan domisili paslon, TPS yang pernah terjadi pelanggaran pemilu, TPS di kawasan perbatasan dengan kabupaten tetangga sehingga rawan eksodus dan lain sebagainya.

Agar hasil pemetaan akurat, pihaknya sudah menginstruksikan panwascam hingga PPL tingkat desa/kelurahan se Jepara agar menggali berbagai data terkait. Mulai data kasus pelanggaran pemilu sebelumnya, data rekrutmen KPPS, data sengketa PHPU, data pengadaan dan distribusi logistik serta data lain yang relevan. “Semuanya akan dikaji dan petakan dengan teliti sehingga kita memiliki gambaran yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Executive Live Concert Amazing Night with KLa Project Disupport Sukun Executive

Ada 1.805 TPS yang tersebar di 195 desa/kelurahan di Kabupaten Jepara. Sedang pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Jepara sebanyak 858.958 orang. (ZM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?