Panwaskab Kudus Temukan Joki Petugas Coklit

by
Petugas PPDP ISKNEWS.COM
Foto: Petugas PPDP saat melakukan coklit. (Yuliadi Mohammad/ISKNEWS.COM)

Menurut Minan, biasanya petugas PPDP tidak bekerja sesuai dengan daerah tempat tinggalnya. Makanya digantikan oleh warga yang bukan petugas coklit semestinya. Yakni orang yang paham dengan lingkungan tempat tinggal itu.

“Meskipun satu desa, tapi petugas PPDP kadang kan ada yang beda dukuh. Sehingga belum tentu mengenal wilayah yang menjadi tugas coklit,” imbuhnya.

Bahkan informasinya, lanjut Minan, honor PPDP akan dibagi antara mereka. Tentu sudah ada nilai honor yang telah mereka sepakati. Hal itu, dikira tidak melanggar aturan yang sebenarnya PPDP harus melakukan coklit sendiri, sesuai dengan SK yang dimiliki.

TRENDING :  Simak Hasil Jepretan Sedulur ISK "Kirab Khitan" di Desa Ploso

Ditambahkan, petugas PPDP dalam melakukan coklit harus dilengkapi kartu identitas dari KPU. Semua pekerjaan tidak boleh dikerjakan orang. Kalau sampai ketahuan melanggar sanksinya berat.

Terkait temuan tersebut, pihaknya telah melayangkan surat ke KPU Kudus pada 3 Februari 2018. Surat itu berbunyi, agar KPU Kudus melakukan pembinaan supaya tidak diulangi lagi.

TRENDING :  27 Pendaftar Terpilih Jadi Anggota Panwascam

Sementara itu, Ketua KPU Kudus, Moh Khanafi, membenarkan adanya temuan itu. Pihaknya telah memberikan surat balasan kepada Panwaskab Kudus pada 6 Februari 2018. Isinya yakni PPDP yang terindikasi melakukan penjokian akan diminta melakukan coklit ulang. (MK/AM)

TRENDING :  Baru Saja Dilantik, Panwaskab Pati Langsung Buka Pendaftaran Panwascam

KOMENTAR SEDULUR ISK :