Pasanan Ramadhan, Santri Pondok Pesantren Al-Qaumaniyah Jekulo Lahap Belasan Kitab

oleh
Pondok Pesantren Al-Qaumaniyah

Kudus, ISKNEWS.COM – Momen Ramadhan sangat pas untuk dijadikan bulan men-Charger iman seseorang. Apalagi bulan turunnya Al-Qur’an tersebut, bagi sebagian besar kaum muslimin saatnya berlomba-lomba dalam meningkatkan ibadah.

Tak terkecuali di berbagai pondok pesantren, selain menjalankan sholat tarawih dan tadarus, ada tradisi yang hingga kini bertahan. Yakni mengaji kitab kuning bersama atau masyhur dengan istilah Ngaji Pasanan.

Salah satunya diantaranya yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Qaumaniyah Kauman, Kecamatan Jekulo, Kudus Jawa Tengah.Selama Ramadhan 1439H tahun ini, para santri tekun mengikuti pengajian kitab yang dipimpin langsung oleh beberapa Kyai maupun ustadz, diantaranya KH. M. Mujib, kyai Yasin, kyai Khidhir dan ada juga ustadz Syarifudin, ustadz Imam Riyanto dan terakhir ustadz Ahmad Sabiqin.

TRENDING :  Ratusan Siswa SD dan MI Ikuti Pesantren Ramadhan

Kegiatan pengajian pasanan di pondok yang berdiri sejak 1923 ini biasanya dilakukan selepas sholat asyar, sholat tarawih, setelah sholat dhuha dan setelah dhuhur. Terkecuali waktu Maghrib, karena para santri biasanya mengisinya dengan berbuka puasa, ada yang beli makanan sendiri, ada pula yang pergi ke Masjid Al Munawwarah yang letaknya tidak jauh dari pondok atau selatan Taman Bumi Wangi.

Zainul Hadi, salah seorang pembimbing santri di Ponpes Al-Qaumainyah menyebutkan, ada empat belas kitab kuning yang dikaji, Diantaranya Kitab Ijazatu Kubro, Minhaju Ndawilfikri, Ma Fa’alallahu Bika, Sirol Usror, Bustanul Arifin, Fadho’ilu Rojab, Karomatul Auliya’.

Lalu ada lagi kitab Risalatul Mahidh, Matan Durrotul Bayan Fii Usulil Iman, Maqosidu Assholatu Wa maqosidu Alhaj, Matan Assanusiyah, Syifa’usshudur, An anwaru Alburhaniyah, Ukudul Jain, Qurrotul Uyun, Qothrul Ghoisdan dan ada tambahan menerangkan masalah pasangan suami istri.

TRENDING :  Residivis Pengedar Narkoba Kembali Diamankan

Dari masing-masing kitab diatas, mengulas tentang akhlak, tasawuf, fiqih, keutamaan ibadah dan juga mengulas hadits. Di Pondok Pesantren Al-Qaumaniyah sendiri, kata Zainul Hadi, sudah menjadi tradisi dalam melakukan pengajian tersebut.

Para santri selalu menantikan pengajian ini. Selain bisa menambah ilmu baru juga mengisi kegiatan selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

“Kalau bagi kami, mempelajari kitab kuning bersama-sama bisa menjadi nilai tambah. Seoalnya ada kitab-kitab baru yang diulas, juga bisa menambah kosakata dan makna dalam Bahasa Arab,” imbuhnya.

Pengajian kitab sendiri berlangsung sekitar satu jam lebih. Namun apabila mengejar supaya bisa tamat, maka durasi pengajian bisa berjam-jam. “Hal itu menurut situasi dan kondisi juga,” tukasnya.

TRENDING :  Satu Lagi Jamaah Haji Asal Kudus Meninggal Di Tanah Suci

Diketahui, Pasanan sendiri diikuti oleh Ratusan santri balagh ramadhan (ngaji pasanan), ditambah belasan asatidz, pengurus dan santri ndalem.

Seperti halnya yang ditemui isknews.com Kamis, (17-5-2018), salah satu santri yang datang dari Bojonegoro Jawa Timur, Ahmad Farhan Rosidin (17), Ia sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala, karena sudah diberi kesempatan untuk menikmati bulan Ramadhan tahun ini, “Saya selama ngaji pasanan kali ini, semoga diberikan kesehatan sehingga bisa memanfaatkan waktu untuk mengikuti pengajian kitab model klasik Bandongan tersebut,” ucap remaja itu penuh harap (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :