Pasang Gelagar Line 3 Jalan Depan Proyek Jembatan Tanggulangin Tersendat

oleh
Suasana pemasangan gelagar line 3 di jembatan Tanggulangin (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Para pengendara kendaraan di jalur pantura yang melintasi jembatan Tanggulangin, dalam beberapa hari ini akan di buat tak nyaman, pasalnya pada lintasan dpan proyek pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar 2 dari Arah Demak – Kudus akan di tutup dan arus dialihkan melalui jalur sebelahnya. Sehingga akan berbagi dengan pengendara dari arah Kudus-Demak.

Kebijakan Counter Flow dan tutup buka jalan ini tak di pungkiri akan menyebabkan tesendatnya arus Lalu lintas, hal ini memang dimaksudkan untuk memberikan akses bagi pekerja dan alat berat proyek yang sedang mengerjakan tahapan pemasangan gelagar line 3 pada proyek pembangunan jembatan Kolonel Sunandar atau jembatan Tanggulangin Kudus.

Kebijakan rekayasa penataan alur lalulintas ini di lakukan oleh Satlantas Polres Kudus dan Dinas Perhubungan Kudus, untuk memberikan ruang bagi kendaraan alat berat crane yang akan memasang gelagar bagian tengah jembatan baru itu.

Suasana arus lalu lintas jelang lintasan proyek pembangunan jembatan Tanggulangin (Foto: YM)

Dari pantauan media ini di lapangan dampaknya memang berimbas pada kemacetan parah sekitar hampir satu kilometer terjadi di jembatan Tanggulangin arah Demak-Kudus kemarin.

Puluhan kendaraan yang didominasi truk-truk besar terlihat mengular di jembatan tersebut. Bahkan titik kemacetan terjadi tepat di bawah gerbang Kudus Kota Kretek (K3). mengakibatkan kemacetan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Putut Sri Kuncoro, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kudus, saat ditemui media ini di kantornya. Kendati sempat terjadi ketersendatan lalu lintas, dia menilai arus lalu lintas Kudus – Demak berjalan ramai lancar.

TRENDING :  Proyek Jalan Lingkar Utara Mijen - Klumpit : Sertifikat Baru Bisa Terbit Bila Telah Peroleh Persetujuan Pemilik Lahan

“Penerapan counter flow ini akan dilaksanakan selama 2 hari, yakni tanggal 18 dan 19 Febuari 2019. Adapun jamnya dari pukul 09.00 WIB sampai jam 14.00 atau selama 5 jam, untuk memberikan kesempatan pemasangan gelagar line 3 yang memang di perlukan waktu lebih lama dari biasanya karena tingkat kesulitan dan prseisi yang tinggi,” terangnya, Senin (18/2/2019).

Sebanyak 12 personil gabungan Satlantas Polres dan Dishub dikerahkan untuk mengurai kemacetan dan mengatur lalu lintas dari arah Kudus – Demak dan sebaliknya.

Dari pantauan media ini, kepadatan antrean kendaraan terjadi dari jalan lingkar selatan (arah Demak) menuju ke Pati. Sehingga truk-truk besar yang menuju ketimur atau jalan lingkar, lebih memilih mengambil akses lampu merah dekat hotel Grypta.

Tak hanya penumpukan puluhan kendaraan berat yang terjadi kemarin. Kondisi jalan yang berlubang cukup parah juga menjadi keluhan pengendara. Seperti yang diungkapkan Edi Suratno (32), pengendara motor asal Demak yang saat itu melintas.

”Macetnya sudah sangat panjang, jalannya banyak lubang. Apalagi di sana lubangnya sangat besar dan dalam. Itu membahayakan pengguna jalan,” katanya.

TRENDING :  Tak Hanya Kirab, Wadah Masyarakat Angkat Budaya Dan Kearifan Lokal

Tak hanya Edi, Suharto (42) Salah satu supir truk tronton asal Tangerang, mengaku, sudah hampir dua puluh menit berada di titik kemacetan itu. Ia beranggapan kemacetan ini merupakan imbas dari penyempitan jalan akibat pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar.

”Bisa jalan tapi ya sedikit-sedikit. Nggak bisa lancar lebih banyak berhentinya,” katanya.

Dia menambahkan, penumpukan kendaraan seperti ini sudah mulai terjadi beberapa hari. Sebab, dua hari lalu ia juga sempat lewat juga. Namun macetnya tidak terlalu panjang. Ia berharap pembangunan Jembatan Tanggulangin bisa segera selesai. Agar arus bisa kembali lancar.

”Kalau macet begini terus ya kami susah. Kami tidak bisa berkerja tepat waktu,” imbuhnya.

“Memang untuk kendaraan dari arah Demak, tidak boleh berbelok di pertigaan lampu pengatur lalu lintas di sekitar Terminal Induk Jati Kudus, tetapi langsung lurus ke depan dan baru boleh belok untuk menuju arah Pati dan Surabaya ke Jepara di perempatan Lingkar Kencing itu,” ujarnya.

Untuk jalur alternatif, kata dia, tetap akan disediakan dengan penunjuk rambu tambahan yang akan dipasang di titik-titik tertentu bila diperlukan. Ia mengakui jalur alterantif yang bisa dilalui rutenya memang cukup jauh. Namun, bagi pengguna jalan yang berminat melalui jalur tersebut, akan disiapkan rambu penunjuk jalannya.

TRENDING :  3 Bocah Warga Desa Panjang Meninggal Tenggelam Di Sungai Gelis

Dari arah Pati, bisa melalui Undaan saat sampai di Proliman Tanjung, menuju Klambu, kemudian menuju Godong, Mranggen, dan Semarang. Alternatif kedua, melalui Welahan Jepara hingga tembus ke Trengguli, Demak.

Jika ditelisik kembali, pemberlakuan couter flow di Jembatan Tanggulangin ini bukanlah kali pertama. Dua minggu yang lalu, sistem ini sudah diberlakukan disana. Hanya saja intensitasnya selama 4 jam setiap harinya. Untuk tanggal 18-19 Febuari 2019 ini, pemberlakuan counter flow diperpanjang menjadi 5 jam setiap harinya.

Pemberlakuan counter flow ini menjadi tindakan antisipasi dan pemberian akses bagi mobil crane raksasa yang tengah melakukan pemasangan gelagar untik penyangga Jembatan Tanggulangin baru.

Sementara itu Subhan, Site engineering Manager, PT Wahana Mitra Amarta, konsultan pengawas proyek Jembatan, saat di temui media ini di lokasi proyek, mengatakan, sekarang ini sudah pada pemasangan gelagar jembatan pada line 1, 2 dan line 3

“Setiap harinya kami memang hanya minta waktu 4 jam perhari untuk menutup akses jalan diatas jembatan Kolonel Sunandar 2, untuk member akses mobil crane ini mengangkat gelagar menuju tiang pancangnya, ini mungkin akan berlangsung hingga akhir bulan ini,” jelas dia.

Sementara itu menurut Sunandar, sampai kelima line gelagar benar-benar terpasang semua, akan selesai sekitar bulan April depan, sedangkan proyek diperkirakan tuntas pada bulan Juni, sesuai kontrak,” tandas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :