Pasar Piji Yang Akan Diganti Baru Dengan Anggaran Rp 33 M Dibangun 1997, Hingga Kini Belum Pernah Direhab

Pasar Piji Yang Akan Diganti Baru Dengan Anggaran Rp 33 M Dibangun 1997, Hingga Kini Belum Pernah Direhab

KUDUS, isknews.com – Pasar Piji, di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang menurut rencana pada 2016 ini akan dibongkar total dan sebagai gantinya akan didirikan bangunan baru dengan anggaran Rp 33 miliar, ternyata merupakan bangunan yang kalau dihitung usianya, sudah lebih dari 15 tahun dan selama itu kondisinya nyaris tidak mengalami perubahan. “Pasar Piji ini dibangun pada 1997 dan hingga sekarang belum pernah direhabilitasi,” kata Kepala Pasar Piji, Rif’an, saat dihubungi isknews.com, Selasa (26/1), di ruang kerjanya.

Menurut dia, sebagai pasar terbesar di Kecamatan Dawe, Pasar Piji setiap harinya dikunjungi ribuan orang, tidak hanya dari Desa Piji, tetapi juga dari hampir semua desa yang ada di wilayah kecamatan tersebut. Sebagai pasar tradisional, barang dagangan yang utama yang dijual di Pasar Piji itu, adalah hasil bumi, yang sebagian besar kondisinya masih segar, karena baru dipetik atau dipanen langsung dari kebun.

“Kalau dulu Pasar Piji dikenal sebagai satu-satunya pasar di Kudus, yang menjual selendang pakaian adat Kudus, sekarang sudah tidak ada. Memang ada penjual pakaian, tetapi hanya konfeksi.”
Pasar yang berdiri di atas tanah seluas 13.500 meter persegi itu, katanya lanjut, berdasarkan data yang ada di pihaknya, dihuni pedagang yang jumlahnya mencapai sekitar 1000 orang. Sebagian besar berjualan atau menempati los yang jumlahnya 20 unit, sebagian lagi membuka usaha di kios yang jumlahnya 165 unit, dengan ukuran 3×4 meter.

Baik los maupun kios, lantainya terbuat dari semen.
Meskipun bangunannya bisa dikatakan sangat luas, namun Pasar Piji hanya memiliki satu pintu, yang digunakan untuk akses masuk dan keluar para pengunjung. Selain itu, pada bagian tengah pasar, terdapat sungai yang cukup luas, sehingga untuk masuk ke bagian pasar yang lebih dalam, pedagang maupun pengunjung harus melalui jembatan. “Karena itu, jika nanti dibangun menjadi baru, salah satu yang terpenting pintu pasar dibuatkan dua tempat, sehingga akses masuk dan keluar pasar tidak menjadi satu, seperti sekarang ini,” tegas Rif’an.

Kepala Pasar Piji itu menambahkan, tentang rencana pembangunan pasar itu, sudah disosialisasikan kepada para pedagang. Hanya kepastian pelaksanaanya, akan dikerjakan pada bulan apa, yang belum tahu. “Info yang saya terima dari dinas, akan dilaksanakan pada 2016 ini.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Jembatan Baru Tambak Lulang Bisa Dilalui Kendaraan Roda 4

Share This Post