Pasar Sepeda dan Mebel Akan Dipindah ke Pasar Baru

oleh
Foto: Pasar sepeda area eks Stasiun KA, akan segera dipindahkan ke Pasar Baru (Foto : Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pasar sepeda dan mebel yang kini masih menempati area di stasiun kereta api (KA), di Jalan Stasiun, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, akan segera dipindahkan ke Pasar Baru. Terkait hal itu, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, telah menganggarkan Rp 3,5 miliar, antara lain digunakan untuk pembangunan los di pasar yang letaknya masih dalam satu kelurahan itu.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag), Andi Imam Santoso, yang dihubungi isknews.com, sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat), membenarkan hal itu.

Menurut dia, anggaran sebesar Rp 3,5 miliar itu, selain digunakan untuk pembagunan kios pasar sepeda dan mebel, juga akan digunakan untuk penyempurnaan bangunan atau faslilitas di Pasar Baru, untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung. “Terkait dengan anggaran tersebut, sudah kami ajukan dalam APBD Kabupaten Kudus TA 2018 dan sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA),”

TRENDING :  Kembangkan Potensi dan Karakter, Ratusan Madin di Kudus Meriahkan PORSADIN 2018

Sejak diresmikannya Pasar Baru itu, lanjutnya, hanya tinggal pasar sepeda dan mebel yang belum dipindahkan, dari tempat berjualan yang sekarang, yakni lahan milik PT Kereta Api, di Kelurahan Wergu Wetan. Hal itu karena pembangunan Pasar Baru dilakukan secara bertahap, terutama untuk pembangunan los bagi pedagang dengan jenis dagangan tertentu. “Seperti pada TA 2017 lalu, anggaran dialokasikan untuk Pasar Baru, digunakan membangun los jenis dagangan basah, yakni ikan dan daging ayam. Los tersebut sudah berfungsi dan digunakan untuk berjualan.”

TRENDING :  Toko Modern Harus Ditata

Pasar baru di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, dibangun untuk pengganti Pasar Wergu yang menempati stasiun kereta api itu, dibangun di atas tanah seluas 2,5 hektare, menghabiskan anggaran sebesar Rp 22 miliar lebih.

Pasar yang kemudian diberi nama “Pasar Baru” itu, dibangun secara bertahap, Untuk tahap I, pembangunan kios-kios di kedua sisi atau sayap bangunan pasar, kantor pasar, kamar mandi dan WC. Anggarannya dibiayai dari Bantuan Keuangan Gubernur (Bangub) Provinsi Jawa Tengah TA 2016, sebesar Rp 9,1 miliar. “Bangunan untuk kios semuanya sebanyak enam unit, jumlah kios dengan luas masing-masing 3×4 meter, total sebanyak 138 unit,”

TRENDING :  342 ASN di Pemkab Kudus Alami Pensiun

Sedangkan untuk tahap II, pembangunan los sebanyak tiga unit yang berada di bagian tengah bangunan Pasar Baru. Los berukuran masing-masing 16 x 50 meter itu, diperuntukkan bagi pedagang sayur dan sejenisnya. Daya tampung ketiga los ini mencapai ratusan orang. “Untuk pembangunan tahap II ini, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 13 miliar, berasal dari APBD Kabupaten Kudus, TA 2016.” jelas Andi. (DM/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :