Pasca Banjir Bandang Di Wonosoco Camat Undaan Kerahkan 300 Relawan

Kudus, isknews.com – Pasca banjir bandang yang melanda Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, camat setempat mengerahkan sekitar 300 orang relawan, untuk memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat Desa Wonosoco, agar tidak lagi menanam tanaman semusim di sepanjang Pegunungan Kendeng. Langkah itu sebagai upaya menyelamatkan Pegunungan Kendeng yang diduga menjadi penyebab terjadinya bencana tersebut.

Camat Undaan, Catur Widiyatno, yang dihubungi isknews.com, Selasa (31/1), saat menghadiri panen raya di Desa Undaan Lor, mengatakan hal itu. Menurut dia, ke-300 relawan yang mendapatkan dukungan penuh dari Muspika Undaan itu, tugasnya memberikan sosialisasi kepada petani penggarap tanaman semusim, atau yang dikenal dengan sebutan pesanggem, selain terdiri dari masyarakat, aparat dan linmas, juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Tugas dari relawan adalah melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada para pesanggem, agar tidak lagi menanam tanaman semusim di sepanjang lereng gunung kendeng.”

Larangan itu cukup beralasan, pasalnya tanaman yang berumur semusim, seperti jagung, berpotensi merusak lapisan tanah. Permukaan tanah yang sering dibongkar untuk diolah secara berulang-ulang dalam waktu yang berdekatan jaraknya, membuat struktur tanah menjadi tidak tertata, sehingga daya resapan air hujan menjadi semakin berkurang. Lebih lagi tanaman itu dilakukan di atas lereng dengan kemiringan 45-60 drajat. “Sehingga kalau terjadi hujan di bagian atas pegunungan Kendeng, air akan langsung mengalir ke bawah dan menyebabkan banjir.”

Berapa luas areal yang ditanami tanaman semusim itu, sulit terdeteksi, namun diperkirakan mencapai ratusan hektar. Sejauh ini, dari upaya yang dilakukan pihak Muspika dibantu para relawan, sudah sebanyak 136 pesanggem yang mau menghentikan kegiatannya dan beralih menanam tanaman keras atau tahunan, Lokasi lahannya menurut data yang ada pada KHP Perhutani Pati, di petak 34. “Dalam sosialisasi itu, kami memang berkoordinasi dengan KPH Perhutani, selaku pemilik hutan di kawasan Pegunungan Kendeng,” tegas Camat Undaan itu.

Baca Juga :  ​Karang Taruna Kabupaten Kudus bagikan 2000 bibit Cabe

Seperti diberitakan di isknews.com, banjir bandang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Jumat (20/01/2017), menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kecamatan Undaan. Pasalnya, banjir yang memakan korban jiwa satu orang warga Undaan Lor itu, terjadi selang beberapa jam setelah pada pagi harinya dilakukan kegiatan “Operasi Penyelamatan Pegunungan Kendeng Di Kawasan Wonosoco”.(DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?