Paska Tewasnya Calon Menwa UMK Saat Ikuti Pradiksar, Polres Kudus Periksa Dua Saksi

oleh
mahasiswa meninggal
ilustrasi. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Polres Kudus memanggil dua saksi untuk dimintai keterangan buntut kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), saat mengikuti Pra Pendidikan Dasar Satuan Resimen Mahasiswa (Pra Diksar Menwa) 923 Gondowingit.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi, saat dilakukan telekonfrens dengan sejumlah awak media siang tadi, Selasa (9/10/2018).

“Kami memanggil dua mahasiswa yang juga sebagai peserta Pra Diksar untuk diminta keterangan. Sembari menunggu hasil visum et repertum dari korban saat dilakukan pemeriksaan di RSI Kudus,” katanya.

Ditambahkan, tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memeriksa panitia pelaksana kegiatan dan pihak rektorat.

Sementara itu Bupati Kudus Mohammad Tamzil usai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan dinas Pemkab Kudus, disinggung mengenai peristiwa tersebut dirinnya mengaku belum mendapat laporan terkait adanya mahasiswa UMK  yang meninggal.

TRENDING :  Ternyata Ini Penyebab Lamanya Penanganan Kebakaran Kudus Plaza

Hanya saja dia menyesalkan hal tersebut dan mengaku akan memanggil pihak pihak UMK. “Kasih saya waktu seminggu dan tanyakan hal ini lagi. Saya akan panggil pihak UMK, jika benar ini sudah kejadian yang kedua tentu ada yang harus dievaluasi mengenai pelaksanaan kegiatan Pra Diksar tersebut. Apakah sudah didampingi tenaga-tenaga pendamping profesional baik medis maupun pelatih ketahanan fisik,” ujarnya.

Seperti diketahui Jumat (5/10/2018) kemarin, Kukuh Muhammad Isa (18) mahasiswa semester I Program Studi Teknik Mesin asal Pati mengembuskan nafas terakhir saat mengikuti Pra Pendidikan Dasar Satuan Resimen Mahasiswa (Pra Diksar Menwa) 923 Gondowingit UMK.

Meninggalnya Kukuh sempat menimbulkan pertanyaan terkait penyebab kematian. Kukuh dikabarkan pingsan saat mengikuti kegiatan Pra Diksar di Desa Jurang pada Jumat sore dan harus dilarikan ke ICU RSI Sunan Kudus. Akan tetapi nyawa mahasiswa baru tersebut tidak dapat diselematkan.

TRENDING :  Bentuk Solidaritas, Aparat dan Ormas Islam Amankan Vihara

Pihak rektorat yang dihubungi ISKNEWS.COM melalui telepon, Selasa (9/10/2018) menyampaikan, UMK sangat menyesalkan akan peristiwa tersebut dan sudah bertakziyah ke rumah duka menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Kukuh, serta berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh prosedur tetap (protap) kegiatan mahasiswa.

“Meninggalnya Kukuh akibat Hipotermia. Karena sejak hari kelima dari total enam hari kegiatan, yang bersangkutan sudah tidak ikut Rapling, akibat tali rapling tak ada yang muat untuk besar badannya,” terang Rektor UMK Suparnyo, Selasa (9/10/2018).

TRENDING :  Petani Tewas Tersengat Pagar Listrik Pengusir Hama

Untuk mengantisipasi kejadian serupa pihaknya akan melakukakn evaluasi menyeluruh, tidak hanya kegiatan Menwa tetapi seluruh kegiatan mahasiswa yang berada di luar kampus.

Dijelaskan, kegiatan Pra Diksar Menwa 923 Gondowingit UMK ini merupakan persiapan anggota sebelum mengikuti latihan lanjutan di Rindam IV Magelang.

Kejadian serupa juga pernah terjadi, tepatnya pada 2011 silam. Mahasiswa calon anggota Menwa 923 Gondowingit UMK bernama Ahmad Munthaha meninggal, saat mengikuti kegiatan Pra Diksar Menwa UMK di Menawan, Gebog.

Meski sempat ada rumor kematian mahasiswa tersebut akibat kekerasan, namun hasil penyelidikan pihak kepolisian tidak memilik bukti kuat sehingga kasus ditutup. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :