Pastikan Ibu Hamil Dapatkan 10 Pemeriksaan ini

by
ISKNEWS.COM
Foto: Kegiatan konseling ibu hamil yang dilakukan Puskesmas Wergu Wetan Kudus, Jumat (04-05-2018). (Istimewa/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan menuju kehamilan yang sehat. Dengan pemeriksaan kehamilan, dapat diketahui resiko pada ibu dan janin. Setelah mengetahui resiko kehamilan maka kemungkinan komplikasi pada masa kehamilan bisa dicegah dan mendapatkan penanganan lebih cepat.

Lalu berapa kali ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan? Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kesehatan minimal 4 kali selama masa kehamilan. Pemeriksaan pertama dilakukan pada kandungan usia sebelum 3 bulan, pemeriksaan kedua saat kandungan berusia 3 – 6 bulan, lalu pemeriksaan ketiga dan keempat pada saat kandungan berusia 7 -9 bulan.

Diungkapkan oleh Koordinator Puskesmas Wergu Wetan, Dwi Ira Yusi Proboningrum, selama masa kehamilan ibu hamil harus mendapatkan sepuluh jenis pemeriksaan. Pertama adalah pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pemeriksaan tinggi badan dilakukan sekali pada saat ibu hamil melakukan pemeriksaan pertama.

TRENDING :  BKKBN Jateng Bakal Gelontorkan Rp 90 Juta Untuk Kampung KB Pertahun

“Tujuan pengukuran tinggi badan untuk mengetahui faktor resiko panggul sempit. Tinggi badan kurang dari 145 centimeter, ibu hamil beresiko memiliki panggul sempit sehingga kemungkinan sulit untuk melahirkan secara normal. Untuk pemeriksaan berat badan dilakukan sejak kehamilan memasuki bulan ke empat, dengan penambahan berat badan minimal satu kilo setiap bulannya. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui tumbuh kembang janin dalam kandungan,” ungkap Ira, sapaan akrabnya, Jumat (04-05-2018).

TRENDING :  Ibu Hamil Konsumsi Durian? "Why Not"

KOMENTAR SEDULUR ISK :