Pedagang Pasar Bitingan Tolak Relokasi

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Rencana relokasi ratusan pedagang di Pasar Bitingan ke Pasar Baru mendapat penolakan dari para pedagang. Puncaknya para pedagang menggelar unjuk rasa, Senin (19/06/2017) malam, karena menganggap lokasi Pasar Baru tidak representatif dan tidak strategis untuk berdagang.

Para edagang sayur mayur Pasar Bitingan juga meminta maaf kepada warga kudus, kesemrawutan lalu lintas. Pada unjuk rasa tersebut pedagang meminta kepada Kepala Dinas Perdagangan Kudus agar menunda rencana relokasi, karena Pasar Baru dinilai belum layak huni. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

TRENDING :  Modus Pelaku " Pengganjal ATM " Dibongkar Sat.Intel Polres Kudus

Pasar baru yang telah disediakan oleh pemerintah daerah dianggap belum bisa menjamin keamanan pasar, parkir dan tidak menyediakan kios berbentuk los serta dalam kondisi masih berbentuk lapangan terbuka.

TRENDING :  Pimpinan Dewan Tolak Sahkan Ranperda Karaoke, Pendemo Gelar Sidang Rakyat

Terakhir para pedagang yang didampingi warga sekitar pasar meminta supaya membongkar portal penutup jalan akses ke Pasar Bitingan dan yang menuju pemukiman Desa Ploso, Kecamatan Jati. “Adanya portal tersebut mengganggu aktitas warga Ploso, karena menutup akses ke luar masuk kampug,” kata salah seorang warga Sugiyanto.

Karena tidak ada titik temu, Dinas Perdagangan akhirnya berkoordinasi dengan Kepala Desa Ploso Bambang Suyata, mencari jalan ke luar agar para pedagang bersedia direlokasi. Adapun hasil koordinasi di antaranya Dinas Perdagangan berencana akan memanggil perwakilan ketua paguyuban dan kepala desa untuk membahas tentang relokasi pedagang sayuran yang selama ini dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :