Pelajar SD Kudus Angkat Budaya dan Kearifan Lokal Lewat Lomba Bercerita

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Banyak cara yang digunakan untuk menujukkan eksistensi budaya suatu daerah dan memperkenalkan ke generasi muda, salah satunya dengan mengadakan lomba bercerita yang telah digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda), Kamis (18/10/2018).

Kegiatan lomba ini, merupakan upaya untuk tetap menjaga kearifan lokal Kudus melalui cerita-cerita dan legenda setempat agar tidak hilang tertelan zaman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Kudus, Masyudi dalam sambutan pembukaan lomba bercerita tingkat SD se-Kabupaten Kudus, di Aula Perpusda.

“Saat ini tidak sedikit anak-anak yang tidak mengetahui betapa banyaknya sejarah dan legenda yang kita punya, harapannya dengan perlombaan ini kalian turut serta melestarikan budaya dan kearifan lokal,” ujar Masyudi.

Selain itu, kebiasaan bercerita akan sangat mendukung perkembangan mental dan imajinasi. Karena kebiasaan bercerita atau mendongeng akan mengasah keberanian mental, untuk mengungkapkan pikiran dan gagasan, “Dari sisi imajinasi, dengan bercerita atau mendongeng, anak akan berimajinasi seakan memerankan tokoh-tokoh cerita tersebut. Bahkan dengan cerita ini, secara tidak langsung kalian telah mengajak orang lain yang mendengarkan cerita turut berimajinasi, terjun kedalam tokoh-tokoh yang sedang diceritakan,” terangnya.

TRENDING :  Sekolah di Kudus Seratus Persen Siap Gelar UNBK

Dikatakannya, Kudus ada banyak cerita atau sejarah yang dimiliki, seperti sejarah berdirinya kota kretek, cerita rakyat seperti lahirnya desa telingsing atau the lingsing dan lainnya. Banyak dari cerita tersebut mengandung nilai-nilai dari seorang tokoh yang dapat mengedukasi masyarakat dan syarat pesan moral.

Terpenting, lanjutnya, Generasi muda sebagai penerus bangsa harus memahami dan mengerti asal usul cerita rakyat agar kelak sejarah tetap dikenang dan cerita tersebut tidak hilang dan bisa dinikmati oleh generasi berikutnya, “Pengetahuan dan pemahaman yang kalian miliki ini, niscaya akan meningkatkan rasa cinta kepada daerah dan tanah air. Dan inilah yang disebut sebagai rasa nasionalisme,” jelasnya.

TRENDING :  Mengagumkan SMA 2 Bae Berhasil Pertahankan Juara Umum Lomba Penegak IV Se-Binwil Pati

Masyudi berpesan, kesenangan bercerita ini harus terus dipupuk dan dipelihara. “Karena siapa lagi yang akan nguri-uri budaya lokal kalau bukan kalian, anak-anakku generasi penerus bangsa ini,” ujar Masyudi.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan lomba bercerita ini untuk mengembangkan gemar membaca di tingkat SD/MI, dan meningkatkan rasa cinta budaya Kudus. Adapun Peserta lomba sebanyak 9 siswa/siswi kelas 4 SD/MI se-Kabupaten yang mewakili dari masing-masing kecamatan.

Lomba yang bertema, “Dengan Bercerita siswa bahagia” ini menelurkan bibit-bibit unggul. Juara Satu diraih SD 2 Kajar (Kisah Saridin yang sakti), Juara Dua SD 3 Demaan (Kyai Telingsing), Juara Tiga SD 4 Bulung Cangkring (Asal Usul Kota Kudus). Sementara Harapan Satu dari SD 2 Besito (Dongeng Batu Gajah), Harapan Dua SD 2 Mijen (Kisah Saridin yang Sakti) dan Harapan Tiga diraih SD 1 Jati Kulon (Saridin yang Sakti).

TRENDING :  Lakukan Senam Ibu Hamil Secara Mandiri dan Rasakan Sejuta Manfaatnya

Mereka masing-masing mendapatkan uang pembinaan dan piagam, selain itu pemenang juara I (satu) tingkat Kabupaten, akan mewakili lomba di tingkat provinsi mendatang.

Materi lomba, lanjut masyudi, bersumber dari buku cerita rakyat yang berasal dari budaya daerah Jateng atau budaya setempat. Selain itu yang mengandung nilai kepahlawanan dan pendidikan karakter seperti nasionalisme, sikap jujur, religius, disiplin dan bersahabat.

Sementara peserta di nilai dari 3 dewan juri yang berkompeten di bidangnya, Ketiganya merupakan pemerhati sastra dan budaya Kota Kudus diantaranya Mukti Sutarman, Pipik dan Widya. Adapun komponen penilaian terdiri dari Penampilan, Cara atau teknik bercerita, Penguasaan materi, dan kemampuan atau skill peserta.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, nantinya generasi muda Indonesia khususnya di Kabupaten Kudus, untuk lebih mencintai kearifan lokal budayanya sendiri, tanpa terkontaminasi dari budaya asing,” harapnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :