Pelajar SMK Assa’idiyyah Kudus Kembangkan Usaha Kripik Selada

oleh
Siswi SMK Assa'idiyyah Kudus yang tengah membuat kripik selada. Rabu (25-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Mulanya iseng membuat cemilan dari daun selada, siswa-siswi jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH), SMK Assa’idiyyah Kudus, justru laris manis kebanjiran order kripik selada. Kripik dari sayur yang mereka jual dengan harga Rp. 500 – 1.000 ini ternyata diterima baik oleh masyarakat.

Ketua Jurusan ATPH, Alik Muchtarom mengatakan gagasan pembuatan kripik selada muncul pada awal bulan ini. Kripik merupakan pengalihan dari usaha jual beli selada segar yang selama ini dilakukannya.

“Sebenarnya, kami menjual selada segar ke sejumlah penjual burger dan kebab. Namun, pada awal bulan ini, selada kami sepi order. Sehingga banyak selada yang menumpuk di green house hingga beberapa hari. Jika dipaksakan dijual ke pasaran, tentu kualitasnya sudah tidak bagus dan tak layak kosnusmsi,” cerita Alik, Rabu (25-07-2018).

TRENDING :  Geger Mobilisasi Tabungan Siswa Ke Koperasi Milik Bupati, Komisi D akan Panggil Pejabat Dinas Terkait

Lanjutnya, “Dari pada terbuang sia-sia, selada itu kemudian kami jual dalam bentuk kripik. Mulanya coba-coba untuk konsumsi sendiri, berhubung rasanya lumayan. Lalu coba kami jual ke area sekitar sekolah dan pasarkan melalui facebook,”

Diungkapkan Alik, dalam sehari pihaknya dapat memproduksi 40 – 100 pcs kripik, dengan omset Rp. 20 ribu hingga 50 ribu perhari. Kripik selada yang diproduksi siswa-siswi SMK Assa’idiyyah Kudus ini memiliki dua varian rasa yakni original dan balado.

TRENDING :  Polsanak Untuk Tekan Angka Kekerasan Terhadap Anak

Uang yang terkumpul dari penjualan kripik selada ini akan digunakan oleh siswa untuk kegiatan praktik dan pembelajaran di sekolah. Menurutnya, trobosan ini menjadi pembelajaran bagi siswa agar tidak boleh terpaku dengan satu usaha. Apalagi usaha di bidang agribisnis tanaman pangan dan holtikultura.

Jika tidak dapat dijual segar, maka harus mencari siasat untuk menjualnya dalam bentuk olahan. Untuk saat ini, olahan sederhana yang bisa dibuatnya adalah kripik selada. Kedepannya, pihaknya akan terus mengembangkan olahan dari selada.

TRENDING :  Semangat Siswa Disabilitas Ikuti Ujian

“Rencana kedepannya kami akan membuat packing yang lebih bagus dengan pouch aluminium foil. Dengan kemasan yang lebih bagus, kami berharap bisa lebih menarik minat masyarakat. Selain itu, kami juga akan mengajukan PIRT agar jangkauan pemasarannya lebih luas,” harapnya.

Saat ini, pihaknya tengah mengajukan permohonan mesin pengering minyak. Karena selama ini pihaknya masih terkendala dengan kandungan minyak yang terlalu banyak pada kripik yang diproduksi. (NNC/RM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :