Pelaku Gendam Berhasil Diringkus Di Pati

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Dua pelaku gendam atau hipnotis terhadap penjual bubur di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, berhasil diamankan oleh anggota Satreskrim Polsek Mejobo di Kabupaten Pati.

Saat dibekuk pelaku berinisial Z (28) warga Pasuruhan, Jawa Timur, masih mengenakan baju dengan sorban layaknya seorang ulama. Sama seperti saat beraksi memperdaya penjual bubur dan berhasil menggondol emas senilai Rp 8.400.00.

Kapolsek Mejobo AKP Mardi Susanto mengungkapkan, penangkapan kedua pelaku dilakukan di dua lokasi berbeda. Pelaku Z ditagkap di sebuah rumah kos, dilengkapi barang bukti mobil dan pakaian yang digunakan saat beraksi.

”Z ini berperan sebagai ustadz yang memperdaya korban dan menjanjikan bisa berangkat haji. Kita amankan pada Minggu (03/12/2017),” katanya.

Satu pelaku lain SIH (38) diringkus Senin (04/12/2017) saat turun dari bus jurusan Surabaya-Semarang. ”Anggota membuntuti SIH saat turun dari bus menuju rumah kos, dia ini yang berperan sebagai sopir saat beraksi,” jelas Mardi.

Dikatakan Mardi, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Terkait hasil penipuan sudah dijual oleh pelaku. Hanya tersisa uang Rp 500 ribu, meski begitu pihaknya tetap akan menelusuri di mana emas itu dijual.

”Kita akan telusuri siapa penadah barang curiannya, akan kita buru sampai ketemu,” tegasnya.

TRENDING :  Satpol PP Kudus Terus Gencar Tindakan Perda Larangan Usaha Karaoke Di Kudus, Begini Hasilnya

Mardi menambahkan, pihaknya masih akan terus mengembangkan kasus ini sebab ditengarai kedua pelaku masuk dalam jaringan hipnotis antarprovinsi. Mengingat kasus serupa tak hanya terjadi di Kudus saja, dan dari kasus yang terungkap beberapa tersangka di antaranya dari Jawa Timur.

Polisi berhasil mengamankan satu unit mobil Daihatsu Ayla dengan nomor polisi  G 8431 KM, peci warna hitam, surban, dan pakaian muslim.

Sebelumnya diberitakan nasib nahas menimpa Ngasirah (65), penjual bubur yang biasa menjajakan dagangannya di Jalan Suryokusumo, turut Desa Mejobo RT 06 RW 03, Kecamatan Mejobo. Dia baru saja menjadi korban kejahatan gendam oleh dua orang tak dikenal, Jumat (24/11/2017).

Akibatnya korban mengalami kerugian perhiasan berupa anting dua buah, satu seberat 10 gram, satu liontin dan lima cincin seberar 10 gram. Total keseluruhan kerugian sebesar Rp 8.400.000.

Ngasirah saat ditemui sejumlah awak media di kediamannya selepas kejadian menceritakan, kejadian sekira pukul 07.30 WIB. Kala itu dirinya sudah bersiap untuk membereskan lapaknya, karena bubur jualannya sidah habis.

TRENDING :  Pupuk Langka, Masan Dan Tim KP3 Temukan Tumpukan Pupuk SP36 Di Gudang Distributor

Namun pada saat hendak pulang ada mobil yang berhenti tepat di depan lapak. Diceritakan dari dalam mobil keluar seorang pria yang bertanya letak Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo.

“Tadi ada yang tanya arah menuju Golantepus. Saya beritahu melalui jalan sebelah barat SMP 2 Mejobo ke utara. Katanya mau ke rumah Pak Rohman untuk mengobati saudara yang sedang sakit,” tuturnya.

Setelah itu Ngasirah mengaku diberi tahu kalau di dalam mobil ada orang pintar. Berkat orang pintar itu Pak Rohman yang dulunya tukang becak sekarang menjadi sukses, memiliki sekolah madrasah, dan bisa berangkat haji berulang kali.

Karena penasaran Ngasirah kemudian diajak masuk ke dalam mobil untuk bertemu dengan orang pintar itu. Kemudian di dalam mobil dirinya diajak berbincang dengan orang pitar tersebut. “Saya dijanjikan bulan depan bisa berangkat haji,” tambahnya.

Selama 30 menit di dalam mobil, Ngasirah diminta melepas seluruh perhiasan yang menempel di badannya untuk diberi doa agar menjadi suci. Tak hanya itu para pelaku gendam juga memintanya mengambil seluruh perhiasan yang ada di dalam rumah untuk disucikan.

TRENDING :  Bupati Wacanakan Pegawai Pemkab Pakai Busana Khas Kudus Tiap Jumat

Ngasirah mengiyakan saja apa yang dikatakan para pelaku. Dari rumahnya yang berjarak 35 meter dengan lapak jualannya, diambil tiga cincin dan kalung beserta liontinnya yang lantas diberi doa suci verai pelaku gendam.

Selesai diberi doa, pelaku memasukkan perhiasan ke dalam kardus bekas sabun mandi. Kemudian dimasukkan ke dalam plastik berwarna putih. “Perhiasan saya dimasukkan ke plastik dan diwanti-wanti agar dibuka setelah Salat Jumat,” ungkap Ngasirah.

Dia menambahkan, belum sampai Salat Jumat anaknya yang bernama Moh Sudi (48) datang dan memintanya membuka bungkusan plastik tersebut. Ternyata setelah dibuka seluruh perhiasan milik Ngasirah raib dan berubah menjadi sabun.

“Ibu saya kemungkinan menjadi korban gendam atai hipnotis. Karena pelaku dengan mudahnya mengambil perhiasan tanpa disadari ibu,” ujar Sudi. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :