Pelaku Pembacokan Sesama Pelajar Dilaporkan Polisi

oleh
Foto: Ahmad Fathoni terbaring di IGD RSUD Soewondo Pati ditunggui keluarganya. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Ahmad Fathoni (17) pelajar korban pembacokan saat arak-arakan kelulusan SMA, Kamis kemarin, sampai saat ini masih dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soewondo Pati. Keluarga korban pun malaporkan kasus tersebut ke Polsek Gabus.

Keluarga, melalui ayah korban, Abdul Halim berharap kepolisian segera memproses laporan tersebut, dan menemukan pelakunya.

“Harapannya, pelaku segera ditangkap oleh pihak yang berwajib,” ungkapnya saat menjaga anaknya di IGD RSUD Soewondo, Jumat (04-05-2018).

Semenjak mengalami pembacokan itu, tutur Halim, anaknya enggan makan, karena ketika mulutnya dimasuki makanan tiba-tiba muntah. Bahkan ketika sudah dirujuk di RSUD Soewondo, hal yang sama masih terjadi.

TRENDING :  Jelang Lebaran Waspadai 7 Titik Rawan Macet di Kudus

“Luka yang dialami anak saya memang cukup serius, terutama dibagian kepala dan jari telunjuk tangan kiri hampir putus, karena untuk menangkis ayunan parang,” terangnya.

Melihat kondisi korban mengalami luka pada kelingking, jari manis, tengah dan telunjuk. Bahkan jari telunjuk korban nyaris putus, namun sudah dijahit saat mendapat perawatan di RSUD Kayen. Sedangkan luka dibagian kepala mendapatkan lima jahitan.

TRENDING :  Nekat, Pencuri Bobol ATM Yang Bersebelahan Dengan Polsek Kaliori

Menurut keluarga, korban sebelumnya tidak mempunyai musuh. Sebab, pada saat sekolah, korban mondok di Desa Trimulyo. Hanya, ketika sudah kelas XII, dia memilih untuk tidak tinggal di pondok.

“Dia memang sering bermain dengan teman-temannya. Tapi sepengetahuan saya, dia tidak punya musuh,” tegasnya.

Diketahui, pembacokan itu terjadi di jalan penghubung Desa Tgoloayu-Gabus, tepatnya di Desa Mojolawaran, Kamis (03-05-2018). Pada saat itu, korban bersama dengan dua orang temannya sedang melakukan arak-arakan untuk merayakan kelulusan. Korban melaju dari arah Gabus menuju Tlogoayu.

TRENDING :  41 kelompak tani Kab.Pati yang mendapatkan bantuan (PJIT) PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI TERSIER.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, korban melihat rombongan arak-arakan dari arah yang berlawanan. Merasa tidak bisa lewat, korban kemudian balik arah untuk menghindari konvoi tersebut. Akan tetapi, salah seorang pelajar dari konvoi tersebut, justru mengejar dan membacok korban yang mengenai kepala dan tangannya. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :