Pelaku UMKM Demo Tolak Usulan UMK Rp.2,4 Juta

by
ISKNEWS.COM

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Perwakilan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jepara, Jumat (10/11/2017). Puluhan pengrajin dari berbagai sentra UMKM seperti tenun, konveksi, monel hingga gerabah dan genteng turut serta dalam aksi ini. Aksi ini merupakan respon atas aksi demonstrasi yang dilakukan oleh serikat buruh pada 30 Oktober 2017 lalu. Akan tetapi, perwakilan pengrajin UMKM ini harus kecewa lantaran tidak ditemui oleh anggota dewan lantaran sedang melukan kunjungan kerja ke Karimunjawa.

TRENDING :  RSUD dr.Loekmonohadi Sebagai RS Bintang Lima

Bukhori perwakilan dari UMKM tenun Troso mengungkapkan, pelaku UMKM di Jepara menolak usulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 sebesar Rp. 2,4 juta yang diusulkan oleh serikat buruh. Menurutnya dengan besaran UMK itu maka UMKM sulit bersaing dengan perusahaan asing untuk mendapatkan karyawan. “Kami juga meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan UMKM. Keberadaan perusahaan asing di Jepara perlahan sudah membunuh UMKM yang ada,” ujarnya.

Amin perwakilan pengusaha konveksi Desa Pancur Kecamatan Mayong mengungkapkan, pihaknya sudah lama menyuarakan kekhawatiran atas dampak keberadaan perusahaan asing yang ada di Jepara sejak 2015 lalu. Tidak adanya batas umur dan pendidikan bagi karyawan perusahaan asing, menyebabkan industri lokal di Jepara kesulitan mendapatkan tenaga kerja. “Kami juga mempertanyakan sejauh mana keperpihakan anggota dewan. Apakah ketidak hadiran anggota dewan ini memang sengaja menghindari kami?,” katanya.

TRENDING :  Laga Pamungkas, Persiku Kudus Turunkan Pemain Cadangan

KOMENTAR SEDULUR ISK :