Pelaku Usaha IKM Konveksi Di Kudus Keberatan Kenaikan Tarif Listrik

Kudus, isknews.com – Pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) konveksi Tas di Desa Jepang Wetan Rt 02 Rw 08, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus belum mengetahui ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per tanggal 1 Januari kemarin, pasalnya karena bulan ini belum waktunya untuk membayar tagihan.

“Tarif listrik naik?” tanya salah satu pemilik konveksi, Noviana Endra wati, (30), kepada isknews.com, Jum’at (6/1/2017).

Nampak para pekerja konveksi Tas di Desa Jepang Wetan Rt 02 Rw 08, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus (6/1/2017)

Meski hanya beberapa persen, Noviana merasa kenaikan itu sangat memberatkan. “Kalau memang benar naik, otomatis harga produksi usaha saya juga naik. Sangat berat bagi saya,” keluhnya.

Baca Juga :  Kedaulatan Pangan Diperlukan Untuk Capai Kedaulatan Negara

Kenaikan TDL ini dipastikannya berimbas pada semua komponen produksi. “Mulai dari bahan baku, transportasi, biaya produksi yang langsung menggunakan listrik,” terangnya.

“Otomatis upah pekerja juga minta naik karena kan mereka juga konsumen listrik,” lanjutnya.

Dia pun menilai, kenaikan TDL juga akan berimbas melemahnya daya beli masyarakat terhadap Tas. “Dan yang dirugikan tetaplah masyarakat seperti saya dan pengusaha konveksi lainya, bukan negara,” tuturnya.

Baca Juga :  Inflasi Jateng Sentuh 1,16, STNK Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi

Pemilik konveksi pakaian jadi, Faris (27) sudah terlebih dulu menaikkan biaya produksi usaha konveksi dan sablon miliknya di desa padurenan sejak bulan lalu.

“Akhir tahun lalu (2016) biaya sudah saya naikkan sekitar dua persen. Jadi memang harga tarif mempengaruhi pendapatan jika dibandingkan sebelum dinaikan,” tukasnya.(AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?