Pelanggaran Angkudes Lewat Jalur Dua Arah Dari Timur

Kudus, isknews.com – Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Kudus, memang sudah jelas diberlakukan untuk arus lalu lintas dua arah, baik dari arah timur mau pun arah barat. Namun ada pengeculian yang bisa dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran, yakni bagi angkutan pedesaan (angkudes) dari arah timur, dilarang masuk jalur tersebut. Hal itu karena Jalan Jendral Sudirman bukan termasuk jalur trayek angkudes, khususnya armada warna hijau jurusan Bareng – Terminal Bus Jati Kudus.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Didik Sugiharto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Angkutan jalan (LLAJ), Putut Dwi Kuncoro, yang dihubungi isknews.com, Kamis (12/1), membenarkan hal itu. Menurut dia, angkudes warna hijau yang boleh melewati jalur dua arah, adalah yang dari arah barat, karena trayek angkudes jurusan Terminal Bus Jati – Bareng itu, memang melewati Simpang Tujuh, Jalan Jendral Sudirman dan Pasar Kliwon. “Sedangkan yang dari arah timur, setelah sampai di pertigaan pentol atau Kantor Kecamatan Kota, rutenya belok kiri masuk ke Jalan HOS Cokroaminoto. Jadi kalau berjalan lurus masuk ke jalur dua arah, berarti pelanggaran.”

Dia menerangkan, sejak dibukanya Jalan Jendral Sudirman, kepadatan arus lalu lintas di Jalan HOS Cokroaminoto berkurang secara drastis. Saat salah satu jalan utama di Kabupaten Kudus itu hanya diperuntukkan lalu lintas satu arah, yakni dari arah timur, arus lalu lintas di Jalan HOS Cokroaminoto sangat padat, oleh warga masyarakat pengendara kendaraan bermotor yang akan menuju kota. Temasuk pelajar atau orang tua yang akan mengantar anaknya menuju sekolah yang letaknya di Jalan Jendral Sudirman, harus melingkar mulai dari Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Pramuka, Jalan Pemuda, Simpang Tujuh, sampai Jalan Jendral Sudirman. “Di jalan itu, ada sekolah yang siswanya cukup banyak, yakni SD Cahaya Nur yang hampir semuanya diantar dengan mobil, serta SMPN 3. Warga masyarakat yang akan ke Pasar Kliwon, juga harus melingkar melalui perempatan sleko.”

Baca Juga :  Tangani Banjir Rob Kaligawe Saat Mudik, Ganjar Siapkan 16 Pompa Air

Dengan diberlakukannya jalur dua arah di Jalan Jendral Sudirman, kondisi lalu lintas seperti di atas, tidak lagi terjadi. Arus lalu lintas dari arah timur, setelah sampai di pertigaan pentol, bisa berjalan lurus masuk ke Jalan Jendral Sudirman menuju arah kota, tidak lagi harus melingkar. Bukan hanya menghemat waktu bagi masyarakat yang bepergian ke pusat Kota Kudus, namun dampak yang dirasakan pengendara bermotor , tidak lagi terjadi arus lalu lintas yang tersendat di jalan HOS Cokroaminoto dan antrian panjang di traffic light perempatan bejagan. “Termasuk bagi awak angkudes dari arah Bareng yang setiap hari jalan tersebut, merasakan hal itu,” tutur Kabid LLAJ Dishub Kabupaten Kudus itu. (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?