Pelayanan OJK Semakin Membaik

oleh

Surakarta, iskenews.com – Ketahanan industri perbankan saat ini cukup baik. Risiko likuiditas, kredit dan pasar LJK masih aman karena ditopang oleh permodalan yang cukup tinggi, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan per oktober 2015, sebesar 21,35%, hasil ini menunjukkan hasil yang baik karena jauh diatas ketentuan minimum.

 

Pada industry keuangan non bank, Risk-Based Capital (RBC) industry asuransi juga aman, karena  berada pada level tinggi yakni 528,7% untuk asuransi jiwa dan 270,1% untuk asuransi umum.  Pada sektor pasar modal masih terpengaruh pada kondisi ekonomi global dan domestic, namun perkembangan Reksa Dana masih positif sejauh ini, dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) meningkat sebesar 12,17% menjadi Rp.270,84 Triliun.

TRENDING :  Asuransi Usaha Tani Padi di Kudus Sepi Peminat

 

Itu adalah data yang diperoleh dari Badan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo. Sampai sejauh ini laporan kinerja OJK masih berada pada posisi aman. Semua masih terkendali, meskipun ditengah – tengah sempat ada gejolak ekonomi diakibatkan kenaikan Fed Funds Rate, perlmbatan ekonomi dunia dan banyak hal yang mempengaruhi ekonmi Negara ini.

TRENDING :  Besok Lyla Akan Konser Di Solo

 

Program yang selalu digalakkan oleh OJK adalah literasi bidang keuangan kepada masyarakat pada umumnya. Saat kepala Kantor OJK Solo ditemui wartawan isknews.com mengatakan “ Pengenalan dan edukasi tentang bidang keuangan harus selalu dilakukan, hal ini mencegah timbulnya penyalahgunaan dan penipuan mengenai jasa keuangan karena masyarakat sudah tahu tentang sistem dan prosedur yang benar” Kata Triyoga Laksito, Kamis (31/12).

TRENDING :  APBD Jepara 2018 Ditetapkan

 

Program yang masih menjadi perhatian OJk salahsatunya adalah SIMPEL (Simpanan Pelajar), dalam program ini, pihak OJK selalu melakukan sosialisasi kepada siswa daru TK sampai SMA untuk membiasakan menabung. “Kami berharap dengan program ini, siswa bisa terbiasa untuk menabung, tentunya di bank yang legal atau resmi, dengan kebiasaan menabung, siswa naninya akan terbiasa dan bisa mengelola sistem keuangannya sendiri, itu adalah awal kebiasaan yang baik” imbuh Narwondo.

 

Amalia Zulfana

KOMENTAR SEDULUR ISK :