Pemain PS Benteng Yang Memukul Dan Injak Wasit Di Hukum 2 Tahun

by

Mereka langsung menggelar sidang dan memberikan sanksi terhadap empat pemain PS Benteng yang dinilai telah mencederai fair-play, respek, dan sportivitas dalam sepakbola. Empat pemain yang mendapatkan hukuman itu adalah Ahmad Ramdani, Majid Moniy, Budi Eka Putra, dan Doni Setiawan.

Dalam surat keputusan yang ditandatangani ketua Pandis Wahadi, keempat pemain itu dihukum larangan bertanding selama dua tahun di seluruh jenjang kompetisi PSSI. Larangan itu mulai berlaku sejak surat sanksi tersebut dikeluarkan tertanggal 25 November 2016.

TRENDING :  Skor Kacamata Hiasi Babak Pertama Persab Brebes Vs Persiku Kudus

Insiden dipicu oleh ketidakpuasan para pemain PS Benteng atas keputusan wasit Cholid Dalyanto, yang memberi kartu kuning kedua untuk Getut Bekti di menit-menit akhir babak pertama.

TRENDING :  Lomba Gerak Jalan Tingkat SD/MI Bakal Digelar Di Masing - Masing Kecamatan

Awalnya protes itu dilakukan dengan adu argumentasi, namun berlanjut sampai mendorong dan memukul wasit. Parahnya, tidak hanya memukul, pemain cadangan PS Benteng, Budi Eka, terlihat menginjak wajah wasit yang terjatuh ketika dipukul.

Atas ulah itu wasit pun mengeluarkan lima kartu merah sekaligus kepada tim PS Benteng. Selain diberikan kepada Gatut, kartu merah juga dijatuhkan kepada Ahmad Ramadhani, Doni Setiawan, Majid Mony, serta Budi Eka. Empat pemain terakhir diganjar kartu merah secara bersamaan pada menit ke-45 karena dianggap melakukan protes berlebihan.

KOMENTAR SEDULUR ISK :