Pembangunan Jembatan Harus Selesai Tepat Waktu

oleh

Kudus, isknews.com – Sesulit apa pun kondisi medan yang dihadapi, pembangunan insfrastruktur, termasuk jembatan, harus selesai tepat waktu. Pasalnya rekanan yang mengerjakan proyek tersebut terikat kontrak dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, konsekuensinya jika terjadi pelanggaran kontrak, rekanan yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi.

Kepala Seksi (Kasie) Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Teguh Adi Rustanto, saat dihubungi isknews.com, Kamis (12/09), di ruang kerjanya, mengatakan hal itu. Menurut dia, menghadapi medan yang sulit, seperti tanah yang berlumpur, tanah padas atau keras, serta tanah yang berair, yang perlu dilakukan oleh rekanan, adalah manajemen waktu. “Bagaimana caranya rekanan merekayasa waktu, agar proyek yang dikerjakan bisa selesai tepat waktunya.”

Namun dia juga mengingatkan, selain tepat waktu, juga harus tepat mutu dan tepat administrasi. Karena itu, kondisi medan yang sulit yang dihadapi rekanan, tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Dia mencontohkan pembangunan jembatan di Kecamatan Undaan sebanyak tiga unit, karena kondisi dasar tanah yang berlumpur dan permukaan air sungai yang cukup tinggi, harus menggunakan tiang pancang. Tiang pancang terbuat dari cor itu, ditanam sebagai dasar pembangunan “abudmen” atau bangunan utama penyangga badan jembatan. “Meskipun sama-sama menggunakan tiang pancang, namun karena kondisi tanahnya satu sama lain berbeda, tiang pancangnya pun menyesuaikan. Ada yang berbentuk kotak dan ada juga yang berbentuk bulat.”

KOMENTAR SEDULUR ISK :