Pembangunan Jembatan Singocandi Kudus Sudah Mencapai 90%

Pembangunan Jembatan Singocandi Kudus Sudah Mencapai 90%

Kudus, isknews.com – Pembangunan Jembatan Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, kini sudah mencapai sekitar 90%. Jembatan baru yang membentang di atas Sungai Kaligelis itu, dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang dibongkar total. Keberadaan jembatan ini sangat vital, karena menjadi penghubung antara Desa Singocandi dan Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Menurut H Helmi, rekanan pelaksana proyek pembangunan jembatan Singocandi itu, sejauh ini pembangunan jembatan baru itu berjalan lancar. “Hingga sekarang pelaksanaan pembanguannya sudah mencapai sekitar 90 persen,” kata dia, saat dihubungi isknews.com, via telepon selulernya, Senin (17/10).

Pantauan isknews.com, di lokasi proyek, Senin (17/10), bangunan utama jembatan ukuran panjang 40 meter dan lebar 7,5 meter itu, sudah berdiri kokoh. Pada bagian kedua ujung jembatan yang melintang dari barat ke timur itu, sudah selesai dicor. Sedangkan lantai jembatan dalam proses pemasangan rancangan besi, diperkirakan dalam pekan depan pengecoran landasan jembatan itu sudah bisa dimulai.

BACA JUGA :  Pemkab Blora Lanjutkan Pembetonan Jalur Blora-Randublatung

Dari data yang ada di papan proyek, pembangunan Jembatan Singocandi itu pengadaannya oleh Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kabupaten Kudus. Kegiatannya berupa rehabilitasi pemeliharaan jalan/jembatan, jenis pekerjaan penggantian jembatan Desa Singocandi, Kabupaten Kudus. Untuk besarnya anggaran  Rp 6.869.225.000, sumber dana Bantuan Keuangan Gubernur (Bangub) Provinsi Jawa Tengah, Tahun Anggaran(TA) 2016. Waktu pengerjaan 165 hari kalender, terhitung sejak 28 Juni 2016.

Jembatan lama yang dirobohkan itu, semula adalah jembatan lori (kereta api pengangkut tebu) milik Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Lebar jembatan tersebut hanya sekitar 3 meter, sehingga hanya kendaraan roda dua yang bisa bersimpangan, sedangkan untuk kendaraan roda empat untuk melewatinya harus bergantian. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post