Pembebasan Lahan Pembangunan Waduk Logung Capai 70 Persen

Pembebasan Lahan Pembangunan Waduk Logung Capai 70 Persen

KUDUS, isknews.com – Pembebasan lahan yang digunakan untuk pembangunan Waduk Logung, di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hingga kini sudah mencapai sekitar 70%. Lahan yang terpakai mega proyek tersebut mencakup dua desa, yakni selain di Desa Tanjungrejo, juga di Desa Kandangmas.

Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Tanjungrejo, Margono, mengatakan hal itu, saat dihubugi isknews.com, Selasa (19/7). Menurut dia, masih belum bisa dibebaskannya lahan yang terkena proyek pembangunan Waduk Logung itu, dikarenakan belum adanya kesepakatan harga antara Pemkab dengan pemilik lahan. “Pemilik lahan meminta harga lebih tinggi, dari harga yang ditentukan oleh Pemkab.”

Padahal, ungkapnya lanjut, harga pembelian lahan yang dibayarkan oleh Pemkab sudah cukup tinggi, kalau dibandingkan harga lahan sawah atau kebun, bahkan harga itu terus naik, seiring tahapan pembangunan Waduk Logung itu.

Dia mencontohkan, pada tahap I pembangunan Waduk Logung, berupa pembuatan akses jalan masuk menuju lokasi waduk yang pembangunannya mulai dirintis pada 2002 itu, harga lahan yang pada waktu itu Rp 8000 – 11.000 per meter persegi, oleh Pemkab dihargai Rp 22.000 per meter persegi. Pada tahap II, yakni pembangunan waduk, harga lahan itu dinaikkan menjadi Rp 28.000 – 30.000 per meter persegi. “Selanjutnya, pada tahap III, lahan yang digunakan untuk pembangunan spillway, Pemkab menghagai dengan harga cukup tunggi, Rp 300.000 per meter persegi, masih ditambah dengan ganti rugi tanaman di atasnya.”ujarnya.

Margono menerangkan, dari luas lahan yang belum dibebaskan itu, sebagian besar terletak di Desa Kandangmas, sedangkan yang di Desa Tanjungrejo, sekitar 11%. “Pemilik lahan memilih menempuh jalur hukum, terkait dengan belum disepakatinya harga pembelian lahan oleh Pemkab.”katanya.

Sementara itu, berdasarkan data yang ada di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipka Taru) Kabupaten Kudus, lahan yang terkena proyek Waduk Logung yang belum dibebaskan, sebanyak 95 bidang dengan lahan 55.197 meter persegi, lokasi di Desa Tanjungrejo dan Desa Kandangmas, Kecamatan Jekulo.

Sedangkan lahan yang sudah dibebaskan mencapai sebanyak 602 bidang, dengan luas lahan 931.403 meter persegi, terbagi atas di Desa Tanjungrejo 187 bidang, luas lahan 293.337 meter persegi dan di Desa Kandangmas 415 bidang, dengan luas lahan 638.066 meter persegi.

Secara keseluruhan, luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Waduk Logung itu itu mencapai 196 hektare. Lahan seluas itu adalah milik warga masyarakat Desa Tanjungrejo dan Desa Kandangmas, ditambah 33 persennya lagi lahan milik Perum Perhutani. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  LSM Wisanggeni Soroti Pembangunan Sarpras Di Lingkungan Disdikpora Kudus

Share This Post

Comments are closed.