Pembukaan Pengukuhan dan Bimbingan Teknis, 135 Kader Siaga Trantib Dikukuhkan

Pembukaan Pengukuhan dan Bimbingan Teknis, 135 Kader Siaga Trantib Dikukuhkan

Kudus, isknews.com – Pembukaan Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Kader Siaga Trantib (KST) tahun 2017 telah dilaksanakan di Gedung Taman Budaya (Eks. Kawedanan Cendono) jalan Kudus-Colo Km 5 Desa Bae kecamatan Bae kabupaten Kudus pada Rabu, (23/8/2017) pukul 09.00 WIB – 10.45 WIB.

Kasatpol PP Kudus, Djati Sholehah kepada isknews.com mengatakan, sebanyak 135 Kader Siaga Trantib (KST) dari 15 Desa di 3 kecamatan di Kudus hari ini dikukuhkan, kesemuanya adalah KST yang habis masa jabatannya pada bulan Mei 2017 lalu. Yakni kecamatan Jekulo, Kota dan Kaliwungu, masing-masing ada 5 Desa. Dijelaskan olehnya, KST tersebut adalah Tahap I yang dulu dibentuk dan dikukuhkan Provinsi dengan SK. Bupati Tahun 2014. “Sedangkan yang mengikuti Bintek seluruhnya berjumlah 369 orang,” imbuhnya

Pembukaan Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Kader Siaga Trantib (KST) tahun 2017 diikuti sekitar 500 orang termasuk tamu undangan. Selain Bupati Kudus H.Musthofa, Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD kabupaten Kudus Mas’an, Kabid Tibum Terangmas Satpol PP Prov. Jateng Sukar, Para Asisten Setda Kudus, Jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Para Kadis pemerintah kabupaten Kudus, Muspika Se-Kab. Kudus, Kepala Desa dan Lurah Se-Kab. Kudus dan KST Se-Kab. Kudus.

TRENDING :  Rumah Mantan Bupati Pati Disatroni Maling

Kasatpol PP kabupaten Kudus, Djati Sholehah, dalam sambutannya menekankan, prinsip dari tugas KST adalah pencegahan agar orang-orang yang akan melakukan kejahatan, tidak mempunyai kesempatan untuk melaksanakan niatnya dan menghindarkan masyarakat dari kejahatan baik sebagai pelaku maupun sebagai korban.

Kita harus membuka hati, pikiran, mata kita untuk menerima, melaksanakan tugas mulia sebagai kader siaga trantib. Keamanan merupakan kebutuhan hakiki setiap kehidupan atau makhluk hidup yang bersifat kodrati.

Diharapkan, masyarakat dapat menjadi polisi bagi dirinya dan polisi bagi lingkungan sekitarnya sehingga tercapai rasa aman. Kader siaga trantib diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih aktif dalam ikut serta menjaga kamtibmas di lingkungannya.

Djati Sholehah menjelaskan, Siskamswakarsa adalah suatu sistem untuk membangkitkan, membina, meningkatkan dan memelihara keikutsertaan dan tanggung jawab seluruh komponen kekuatan dan kemampuan masyarakat bangsa Indonesia dalam upaya mewujudkan konduksifitas dapat terkendali.

TRENDING :  Bupati Kudus Terapkan 4T dalam Layani Masyarakat

Sementara itu, pengukuhan dan bimbingan teknis kader siaga trantib (KST) tahun 2017 dipimpin langsung oleh Bupati Kudus H. Mustofa Wardoyo. Dalam sambutannya, beliau titip pada para Danramil untuk bimbingannya KST dalam melaksanakan tugas dan saya harapkan para kader KST tidak ada yang tidak kenal sama Danramilnya.

Dijelaskan oleh Bupati, bahwa KST adalah kopipaste dari penyelenggara pemerintahan daerah maksudnya keamanan wilayah di masing-masing daerah ada di pundak kalian. “KST harus mengenali pejabat daerah, tokoh agama, Muspika dan wajib berkomunikasi antar Kepala Desa, Lurah dan aparat kewilayahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, tugas camat harus membimbing KST dan harus terlibat, sehingga Kepala Desa mempunyai kepanjangan tangan yaitu KST untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi di wilayahnya. Nantinya, lanjut Bupati Kudus, para camat membuat buku untuk KST yang digunakan untuk menghadap para Kapolsek dan Danramil meminta tanda-tangan sebagai bukti sudah menghadap dengan tujuan supaya mengenal para Danramil dan Kapolsek di masing-masing wilayah.

TRENDING :  Terus Berbenah, Perpustakaan Kudus Tambah Fasilitas Baru

Sebab, ketertiban ini mengedukasi, memberikan pemahaman untuk jagong kepada masyarakat sehingga nantinya bisa terjalin komunikasi yang baik. “Untuk KST mulai sekarang harus mengecek dan menginvertarisir kepada masyarakat untuk bangunan sudah mempunyai izin bangunan sudah sesuai fungsinya apa belum,” jelasnya.

“Saya berharap identitas dan seragam KST harus lebih baik supaya keadaan KST tidak liar dan dapat terorganisir serta syarat umumko untuk meningkatkan kesejahteraan KST adalah harus proses perizinan di masing- masing wilayah harus tertib. Dan saya harapkan masing- masing pejabat daerah untuk kerjasama lebih baik kepada semua elemen masyarakat di Kab. Kudus dan Kudus supaya menjadi lebih baik apa yang sudah saya rintis dari awal.” pesan H. Musthofa. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post