Pemdes Tak Boleh Angkat Perangkat, Hanya Boleh Angkat Staf

1sulindut-1Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Pemerintah Desa (Pemdes) di wilayah Kabupaten Blora hanya diperbolehkan melakukan pengangkatan staf untuk membantu kelancaran pekerjaan administrasi desa. Dan dilarang untuk melakukan pengangkatan perangkat desa meskipun saat ini terdapat ratusan perangkat desa yang masih kosong.

Namun, dalam pengangkatan staf tersebut diperbolehkan jika memang benar-benar dibutuhkan. “Dengan beban pekerjaan yang tidak terlalu berat,” kata Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Blora.

Serta mengacu pada kemampuan keuangan desa yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes). Karena sumber keuangaan untuk membayar staf berasal dari PADes. Meskipun gaji tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). “Dan besarannya pun hanya Rp. 500.000. Dilakukan pembaharuan kontrak selama satu tahun sekali,” katanya.

Terkait dengan artisan perangkat desa yang masih kosong,

lebih lanjut Pujianto menjelaskan, akan dilakukukan pengisian perangkat desa setelah dilaksanakan pemililihan Kepala Desa. “Akan dilakukan tes untuk pengisian perangkat,” ujarnya.

Sekarang ini, kata dia, terdapat ratusan perangkat desa yang masih kosong. “Untuk jumlahnya baru bisa dipastikan setelah tanggal 31 Desember 2016. Untuk sementara, sebanyak 76 sekdes masih kosong dan 198 kamituwo (Kepala Dusun) juga kosong,” jelasnya.

Untuk penganggaran Penghasilan Tetap (Siltap), kata dia, juga harus dilakukan diawal penyusunan APBDes selama tahun berjalan. “Sisanya nanti kan bisa jadi silpa dari APBDes,” jelansya. Untuk itu, dalam penyusunan APBDes Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Desa harus dilampirkan untuk pengalokasian anggaran selama 12 bulan. (as)

Facebook Comments