Pemerhati Lalu Lintas Kabupaten Jepara Menolak Revisi UU Lalu Lintas

by
ISKNEWS.COM
Foto: Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam NU Jepara (UNISNU) Ariyanto saat memaparkan analisanya tentang adanya rencana revisi UU Lalu Lintas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan Satlantas Polres Jepara, Rabu (11-4-2018). (Istimewa)

Jepara, ISKNEWS.COM – Rencana revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang meminta agar sepeda motor masuk sebagai transportasi umum menuai pro kontra dari masyarakat. Jika tetap akan dilaksanakan revisi, dikhawatirkan bisa menimbulkan kerisauan dan menimbulkan permasalahan baru. Hal ini karena pada hakikatnya keberadaan sepeda motor hanya digunakan sebagai alat transportasi manusia dan perorangan, bukan angkutan barang apalagi angkutan umum.

TRENDING :  Produksi Bata Merah di Musim Penghujan Menurun

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh pemerhati masalah lalu lintas yang juga Wakil III Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam NU Jepara (UNISNU) Ariyanto, S.T,M.T saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar jajaran Satlantas Polres Jepara, Rabu (11-4-2018) di aula Mapolres Jepara.

Menurut Ari, yang menjadikan persoalan saat ini yaitu saat keberadaan angkutan daring (online) khususnya yang menggunakan kendaraan roda dua (R2) belum terakomodir dalam UU 22 tahun 2009, apalagi menggunakan IT sebagai basis pelayanannya. Menurutnya, regulasi tentang peraturan yang sudah ada saat ini sudah sejalan dengan perubahan dan perkembangan transportasi.

TRENDING :  Ribuan Jamaat GITJ Bondo Gelar Pawai Obor Subuh Suci

KOMENTAR SEDULUR ISK :