Pemerintah Naikkan Cukai, Produksi Rokok Perusahaan Kecil Bakal Turun

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Rencana kenaikan cukai rokok di tahun depan dikhawatirkan akan mengurangi volume produksi. Penurunan volume produksi akan berdampak pada lesunya industri.

Kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen itu dikhawatirkan membuat perusahaan rokok yang berskala kecil mengalami kelesuan. “Kenaikan tersebut juga berimbas pada harga rokok yang juga naik sehingga mempengaruhi daya beli konsumen,” kata Ketua Harian Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Agus Sarjono saat ditemui isknews.com, Rabu (1/11/17).

Kenaikan tersebut akan berdampak bagi perusahaan rokok berskala kecil atau golongan III B. Sementara perusahaan rokok berskala besar atau golongan II maupun golongan I tidak akan terlalu mendapatkan dampak yang signifikan.

TRENDING :  Tahun Depan Harga Rokok Naik?

“Perusahaan rokok yang sudah besar akan tetap diikuti oleh konsumen meski harganya naik. Karena mereka telah memiliki pasar yang bagus,” ucapnya belum lama ini.

Ia melanjutkan, kenaikan harga rokok juga akan berpeluang bagi pelaku rokok ilegal. Hal itu disebabkan karena bagi konsumen yang tidak mampu mengikuti harga akan memilih beralih ke rokok ilegal yang lebih murah dengan asumsi rasa rokok yang sedikit tidak jauh berbeda.

TRENDING :  Pola Pengelolaan Dan Sistem Pelaporan Dana  Bagi Hasil  Cukai  Hasil  Tembakau

Sementara itu, Sutrishono pemilik pabrik rokok (PR) Rajan Nabadi menjelaskan, ia hanya bisa pasrah atas kebijakan yang akan diberlakukan pemerintah tersebut meski membuat pangsa pasar produknya menurun. “Perusahaan rokok skala kecil bisa tetap berproduksi dan membayar gaji para karyawan saja sudah beruntung,” bebernya.

TRENDING :  Gubernur : Pajak Seringkali Menjadi "Momok" Bagi Masyarakat

“Kenaikan cukai tembakau yang diberlalukan cukup memberatkan,” kata dia lagi. Padahal di beberapa industri lain, pemerintah kerap kali memberi insentif agar perusahaan tetap dapat berproduksi dengan lancar. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :