Pemerintah Tak Serius Rawat Cagar Budaya

oleh
Pemerintah Tak Serius Rawat Cagar Budaya
Foto: Beberapa unsur bangunan pintu gerbang kaputren Majapahit yang ada di Desa Randole Kecamatan Margorejo sudah lapuk. (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Bangunan atau benda cagar budaya seharusnya dirawat dengan baik. Pasalnya, benda peninggalan masa lalu akan bisa menjadi media pembelajaran bagi masyarakat saat ini dan nanti. Namun, beberapa bangunan dan benda cagar budaya di Kabupaten Pati terlihat sangat tidak terurus bahkan kondisinya memprihatinkan.

Salah satunya adalah Pintu gerbang majapahit di Desa Randole Kecamatan Margorejo dan Gerbang Pentol Godi dan Blaru yang ada di kecamatan Pati Kota. Hal itu diungkapkan, pemerhati kebudayaan di Pati, Krisno saat ditemui, Jum’at (29-06-2018).

TRENDING :  Mbeber Kutha Solo : Pameran Seni Rupa Pertama Di Kota Solo

“Kondisi pintu gerbang Kaputren Majapahit yang ada di Desa Randole Kecamatan Margorejo cukup memprihatinkan beberapa terlihat lapuk. Selain itu juga Gerbang Pentol Godi dan Blaru yang tidak terawat,” ungkap Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pati.

Dijelaskan, jika bangunan cagar budaya tidak dirawat dengan baik dikawatirkan dapat mempercepat pelapukan material bangunan. Padahal ini adalah aset berharga yang seharusnya dijaga dengan baik.

TRENDING :  Filter Inlet Outlet Wujudkan Irigasi Persawahan Yang Sehat
Pemerintah Tak Serius Rawat Cagar Budaya
Foto: Gapura Penthol Blaru yang tak terawat. (Istimewa)

“Pemerintah Kabupaten Pati seharusnya lebih aktif dalam pelestarian cagar budaya. Karena jika bangunan ini rusak yang dirugikan adalah masyarakat Pati,” tegas pengelola tempat wisata Bukit Pandang itu.

Menurutnya, untuk cagar budaya batas-batanya itu harus terus dijaga, jangan sampai ada yang mengusik nilai estetikanya dengan memasang papan iklan komersil didekatnya. Pasalnya hal itu jelas akan mengganggu nilai dari bangunan tersebut.

“Selain kondisi cat yang sudah memudar, gapura Penthol Godi dan Blaru banyak ditempel berbagai stiker oleh orang tak bertanggung jawab. Sehingga semakin memperburuk gerbang yang dibangun sekitar tahun 1600 an ini,” imbuhnya.

TRENDING :  Penyerahan Piagam 46 Perangkat Desa Baru Angkatan 2016 Se Kecamatan Winong Pati

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Pintu Gerbang Majapahit, Anang Danialsyah juga menyayangkan kondisi kayu asli Gerbang Majapahit yang semakin lapuk karena tidak terlindungi dengan baik.

“Seharusnya kayu aslinya itu ditaruh di kotak kaca sehingga tidak mudah lapuk atau dimakan rayap,” keluhnya.(IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :